Orang belajar Gila
Writer: hindriqu
Selama 5hari aku mendapati orang gila baru , alasanku menyebut orang gila baru dikarenakan berturut - turut dia mencoba menghubungiku melalui via telepon di Facebook .
Pada saat *hari pertama aku angkat via telponnya dan ternyata suara laki-laki, kusebut saja namanya pak gondrong karena sesuai profilnya berambut gondrong walupun ada fotonya yang lain menggunakan peci hitam. Di hari pertama ini, dia meminta padaku sumbangan untuk yatim piatu namun pada saat ku minta bukti difotokan dokumen atau berkas dari yayasannya , bapak gondrong tidak dapat membuktikannya.
Di hari *Kedua pak gondrong menghubungiku kembali via telpon dengan menawarkan rumah yang akan dijual karena dia mengaku sebagai jasa jual beli rumah selain pemilik yayasan yatim piatu. Ketika kuminta alamat rumah yang akan dijual serta memfotokan fotocopy surat rumah dari yang aslinya dengan tujuan agar ku dapat mengetahui secara intern pun, si pak gondrongnya menolak; sehingga ditutuplah perbincangan kami melalui via telpon tersebut oleh dirinya sendiri.
Hari "ketiga pun dia menghubungiku kembali dengan berbasa basi dan meminta nomer wa saya bahkan dia berharap aku dapat menemuinya, namun dikarenakan nomer wa sy cuma satu maka akupun berkata" maaf pak, nomer wa saya hanya satu dan mana mungkin dapat dibagi dua karena saya tak biasa berbagi nomer wa."
Setelah mengetahui jawaban dan responku tersebut pak gondrong nesu dan mendesis lirih dan berkata" Oalah gk bisa yaa …
Pada hari *keempat, pak gondrong masih saja menghubungiku dan hari ini dengan modus yang berbeda yaitu dia menanyakan statusku gadis atau sudah janda ??; dikarenakan dihari ke empat ini pak gondrong mengaku membuka jasa biro jodoh juga sehingga hal ini memberiku petunjuk adanya satu titik terang bagiku bahwa pak gondrong adalah orang yang baru saja belajar gila, maka aku memutuskan untuk menjawab pertanyaannya pula sekalipun sebenarnya enggan diriku untuk menjawabnya namun disebabkan aku memiliki alasan bahwa dia adalah sama sama manusia ciptaan Allah SWT, maka akupun menjawab "Saya Sudah Menikah" sesuai yang tercantum dalam identitas profil Facebook saya; kemudian dia menutup telepon tanpa mengucapkan terima kasih dan salam.
Tak pernah kubayangkan jikalau dihari "Kelima ini dia akan menghujat dan menghina serta mencaci maki caption saya difacebook dengan mengatakan bahwa Seyumanmu adalah senyuman poligami."
Wah wah...hal ini bagiku sudah tidak dapat ditoleransi lagi karena sudah mengarah pada penghinaan fisik dech; akan tetapi dikarenakan dari awal diriku sudah menduga bahwa semua yang dia katakan adalah modus orang gila baru dengan tujuan mencari korban agar setiap orang mudah dtipu oleh dirinya ,maka akupun tak perlu berpikir panjang dan memblokir pak gondrong tersebut.
Pada akhirnya tanpa membutuhkan banyak waktu, akupun merasa terlepas dari 1 orang yang akan membuatku dosa jikalau pak gondrong tersebut masih aku izinkan menjadi teman dalam komunitas medsos di Facebook saya. Oleh sebab itulah lebih baik saya memblokir pak gondrong yang akan membuat mala petaka besar bagi teman teman saya yang lainnya untuk dijadikan korban tipu-tipu ambyar. Semoga Allah SWT menjauhkan aku dari insan manusia yang menarikku dalam dosa laku dan ucap🙏