Selasa, 19 April 2022

THE ROLE OF THE TEACHER IN INCREASING STUDENT LITERACY INTEREST BY USING DISTANCE LEARNING METHODS TO REAL SKILS IN PANDEMIC COVID 19 WRITTER BY : Hindri fiana

THE ROLE OF THE TEACHER IN INCREASING STUDENT LITERACY INTEREST BY USING DISTANCE LEARNING METHODS TO REAL SKILS IN PANDEMIC COVID 19 

WRITTER BY : Hindri .M. S.Pd

PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT LITERASI SISWA  DENGAN MENGGUNAKAN METODE PJJ TERHADAP KETERAMPILAN NYATA DI SITUASI PANDEMIC COVIC 19

Penulis : hindari fiana

Pembelajaran jarak jauh adalah suatu metode yang dilakukan pemerintah baik terhadap guru, peserta didik, dan orang tua sebagai suatu tantangan / uji nyali tersendiri bagi mereka khususnya untuk guru ; karena disini, guru dituntut untuk kreatif dalam memberikan materi dengan metode pembelajaran jarak jauh supaya siswa tak hanya mengerjakan tugas akademis, melainkan juga melakukan kegiatan menyenangkan agar minat literasi siswa terhadap ketermpilan nyata tetap meningkat dan mempunyai manifestasi yang memuaskan  

Sudah kita ketahui bahwa Pendidikan merupakan proses pembelajaran dan juga usaha sadar untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi yang ada pada dirinya untuk memiliki kecerdasan dalam usaha mendewasakan kemandirian siswa melalui upaya pengajaran dan pelatihan sehingga dapat menimbulkan suatu perubahan ke arah yang lebih baik untuk mengembangkan kreativitas dan pengalaman dalam meningkatkan minat literasi siswadengan mengguinakan metode pembelajaran jarak jauh terhadap keterampilan nyata disituasi pandemic covid 19

Sedangkan minat lierasi siswa adalah faktor utama dalam pengembangan potensi peserta didik dan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap aktivitas dan keberhasilan terhadap keterampilan nyata siswa dengan menggunakan metode pembelajaran jarak jauh sebagai daya tarik tersendiri dalam menerapkan keterampilan nyata siswa untuk memudahkan siswa dalam belajar khususnya memastikan bahwa ketrampilan nyata yang melalui minat literasi siswa tersebut daapat meningkat tinggi dan dapat mencapai kepuasan tersendiri bagi guru yang telah menjalankan perannya secara profesional 

Menurut UNESCO “The United Nations Educational, Scientific and Culture Organization,” Literasii adalah seperangkat keterampilan nyata,terutama keterampilan dalam membaca dan menulis yang terlepas dari konteks yang mana keterampilan itu diperoleh serta siapa yang memperolehnya.

Dari penjelasan diatas, guru mempunyai peran yang sangat penting pengaruhnya, karena guru adalah orang yang mendidik, mengajar, membimbing,, melatih, menilai, dan mengevaluasi siswa. . Meningkatnya minat literasi siswa tidak akan berkembang secara optimal tanpa bantuan guru karena tercapainya tujuan pembelajaran dalam meningkatkan minat literasi siswa dengan menggunakan metode pembelajaran jarak jauh merupakan bukti keberhasilan peran guru dalam memberikan keterampilan nyata terhadap siswanya.

Secara teoritis peran guriu dalam proses pembelajaran meliputi banyak hal diantaranya guru sebagai educator,manager, inovator, dan motivator. Di era sekarang ini guru hanya dipahami sebagai tenaga pengajar saja. Sementara peran-peran guru yang lain seperti tidak diperhatikan. Hal ini akan menyebabkan minat dan bakat yang dimiliki siswa tidak berkembang secara optimal tanpa bantuan guru. Oleh sebab itulah di era seraba tekhnologi ini sudah menjadi pengetahuan umum bahwa guru harus menjadi seorang yang bisa memberikan dorongan inspirasi, memotivasi, menjadi teman bermain dan bertukar cerita dengan siswanya khususnya pengalaman  positif dari seorang guru yang memiliki tujuan meningkatkan minat literasi siswa dengan menggunakan metode pembelajaran jarak jauh terhadap keterampilan nyata.

Keterampilan yaitu kemampauan untuk menggunakan akal, fikiran, ide dan kreatifitas dalam mengerjakan , mengubah ataupun membuat sesuatu menjadi lebih bermakna sehingga menghasilkan sebuah nilai dari hasil pekerjaan tersebut (brainly.co.id). Sedangkan menurut penulis, keterampilan nyata adalah suatu tindakan nyata yang dilakukan siswa untuk menghasilkan hasil yang memuaskan melalui minat siswa sehingga siswa dapat menerapkan kemampuan atau skill yang dimiliki sesuai kompetensi siswa masing masing.. Dalam penulisan artikel ini penulis memfokuskan keterampilan nyata melalui peran guru meningkatkan minat literasi siswa dengan menggunakan metode pembelajaran jarak jauh sehingga semakin tinggi minat literasi siswa maka akan semakin tinggi pula tingkat keberhasilan keterampilan nyatanya dengan membuktikan adanya manifestasi yang dihasilkan semisal siswa yang memiliki kompetensi dalam bidang permesinan, maka siswa tersebut dapat membuktikan dengan cara mendesain karangka mesin sesuai jenis dan tipe mesinnya melalui sistem tekhnologi yaitu berupa gambar gambar mesin yang dpt diupload diberbagai konten media. Sedangkan bagi siswa yang memiliki kompetensi di bidang teknik komputer jaringan, mereka dapat menginstal perangkat komputer personal dan mengisntal sistem operasi serta aplikasi bahkan mereka juga dapat menciptakan aplikasi sendiri sesuai dengan kebutuhan. Nah untuk siswa yang memiliki kompetensi di bidang bahasa, mereka dapat membuat karya tulis seperti novel, cerpen, pantun serta puisi dan masih banyak lagi keterampilan nyata yang dapat dimanifestasikan; maka dari itulah melalui peran guru dalam meningkatkan minat literasi siswa dengan menggunakan metode pembelajaran jarak jauh terhadap keterampilan nayatanya yang sesuai kompetensi siswa masing masing disituasi pandemic covid 19 ini diharapkan dapat memberikan kejelasan bahwa bangsa Indonesia memang memilki karakter yang hebat dan tangguh menghadapi segala permasalahan yang ada dengan menykiapi secara dewasa serta dapat melakukan dengan berbagai cara yang berkah dan barokah untuk mencerdaskan dan mensejahterakan kehidupan bangsanya  

Menurut Plt. Kepala Biri Kerja Sama dan Humas Kemendikbud Ade Erlangga Masdiana, di Jakarta, Minggu (22/ 03/2020) melalui laman resmi kemendikbud mengungkapkan bahwa masih adanya beberapa daerah yang menerapkan kegiatan Belajar mengajar dirumah, maka kami mengajak kepada para pendidik untuk menghadirkan belajar dirumah yang menyenangkan. 

Dengan adanya pesan dan saran inilah, penulis berusaha untuk memberanikan diri membuat artikel ini sebagai pendidik yang memiliki tujuan meingkatkan minat literasi siswa dengan mengunakan metode proses pembelajaran jarak jauh terhadap keterampilan nyata di situasi pandemic covid 19 yang mana kita sebagai pendidik diharapkan lebih piawai dalam membelajarkan siswa dengan memanfaatan sarana dan prasarana pembelajaran yang sangat tergantung pada kesiapan guru.

Adapun yang harus guru perhatikan adalah Instrumen dalam pembelajaran yaitu  segala kelengkapan yang memungkinkan proses pembelajaran berlangsung dan mencapai tujuan yang ditetapkan. Instrumen pembelajaran yang terdiri dari guru, managemen sekolah, kurikulum, sarana dan prasarana. Dalam konteks pembelajaran, problem pembelajaran akan menjemukan bilamana terdapat instrumen yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Guru tidak akan mampu membelajarkan siswa secara optimal bilamana managemen sekolah tidak memberikan dukungan memadai terhadap pelaksanaan tugasnya, kurikulum tidak siap, sarana dan prasarana tidak memadai, atau gurunya sendiri tidak piawai dalam membelajarkan siswa.

Bilamana keseluruhan instrumen baik berupa program kurikulum, manajemen dan administrasi serta sarana dan prasarana telah memadai, maka kunci keberhasilan pembelajaran terletak pada kepiawaian guru. Bahkan khusus dalam hal pembelajaran, guru merupakan instrumen utamanya; hal ini dikarenakan disain pembelajaran termasuk dalam hal pemanfaatan sarana dan prasarana pembelajaran sangat tergantung pada kesiapan guru dan cara memanfaatkannya. 

Untuk Memberikan Pembelajaran jarak jauh secara kreatif dan menyenangkan bagi siswa tentunya bukan perkara mudah bagi sebagian guru namun harus adanya kerjasama yang terbaik dari berbagai pihak karena hal ini merupakan tanggung jawab bersama dalam meningkatkan minat literasi siswa di situasi pandemic covid 19. Oleh sebab itulah Sekolah harus melawan corona dengan cara berkolaborasi antara kampus guru cikal , semua murid , semua guru, guru belajar, keluarga serta Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan memberikan solusi bagi para guru. Adapun solusi tersebut berupa panduan pembelajaran jarak jauh bagi guru di situasi wabah virus corona dengan cara pembelajaran  dalam  konsep 5M yaitu 

1.Memanusiakan hubungan yaitu prakatek pembelajaran yang dilandasi orientasi pada anak berdasarkan relasi positif yang saling memahami antara guru, peserta didik dan orang tua

2.Memahami konsep ke dalam narasumber yaitu praktik pembelajaran yang memandu peserta didik bukan sekedar menguasai konten tapi menguasai pemahaman mendalam dalam konsep yang dapat diterapkan diberagam konteks

3.Membangun keberlanjutan dengan memandu siswa mengalami pengalaman terarah dan berkelanjutan  melalui umpan balik

4. Memandu peserta didik menguasai keahlian melalui pilihan proses yang berjenjang dengan pilihan tantangan yang memilih 

5. Memberdayakan konteks yaitu praktik pembelajaran yang memandu peserta didik         

6. Melibatkan sumber daya dan kesempatan dikomunitas sebagai sumber belajar sekaligus berkonstribusi terhadap perubahan 

Untuk Memastikan anak mendapatkan personalisasi pengalaman belajar yang bermakna, menantang dan sesuai dengan skill dan kebutuhan anak maka langkah awal yang bisa dilakukan seorang guru untuk bisa mewujudkan pembelajaran jarak jauh yang berfokus pada kebutuhan siswa yakni 

  1. Lakukan pengumpulan informasi terlebih dahulu mengenai kesiapan orang tua

  2. Sediakan waktu berbincang bebas dengan orang tua dan peserta didik 

  3. Memperkirakan durasi pengerjaan tugas yang akan diberikan 

  4. Membangun kesepakatan dengan orang tua

  5. Menyiapkan aktivitas dan tugas belajar yang memadukan tujuan kurikulum, minat siswa dan masalah yang sedang ada

  1. meningkatkan motivasi siswa terhadap ketrampilan nyatanya melalui minat literasi siswa secara daring . 

          Oeleh sebab itulah Peran guru dalam pendidikan sangat penting khususnya dalam artikel ini mempunyai tujuan yaitu peran guru dalam meningkatkan minat literasi siswa dengan menggunakan metode pembelajaran jarak jauh terhadap keterampilan nyata karena hal ini merupakan keterampilan abad 21 yang dimiliki oleh generasi emas sebagai manusia yang berkarakter, berpikir kritis, kreatif, inovatif, komunikatif, kolaboratif, dan kompetitif. 

             Dalam menyiapkan generasi emas sebagai bukti Indonesia yang tangguh, kretaif, inovatif dan cerdas tentunya diperlukan guru yang berkualitas dengan kompetensi yang dimilkonya untuk mengatuallisasikan masa depan yang penuh dengan kepastian bukanlah kepalsuaan atau kepura-puraan belaka karena maju mundurnya suatu Negara berada ditangan guru. 

    



DAFTAR PUSTAKA

Anderson, L., Krathwohl, D., Airasian, P. et al (2001), A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing: A revision of Bloom's Taxonomy of Educational Objectives, New York: Pearson, Allyn & Bacon

Barahal, S. (2008), Thinking about Thinking: Pre- Service Teachers Strengthen their Thinking Artfully, Phi Delta Kappan 90 (4)

Bloom B. S. (1956), Taxonomy of Educational Objectives, Handbook I: The Cognitive Domain, New York: David McKay Co Inc. 

Bransford, J., & Stein, B. (1984), The IDEAL Problem Solver, New York: W. H. Freeman

Brookhart, S. (2010), How to Assess Higher Order Thinking Skills in Your Classroom, ASCD, http://www.ascd.org/Publications/Books/Overview/How-to-Assess-Higher-Order-Thinking-Skills-in-Your-Classroom.aspx 

Hattie, J. (2009), Visible Learning: a Synthesis of Over 800 Meta-Analyses Relating to Achievement, Oxon, OX: Routledge

Further Reading

Brookhart, S. (2010), How to Assess Higher Order Thinking Skills in Your Classroom, ASCD, http://www.ascd.org/Publications/Books/Overview/How-to-Assess-Higher-Order-Thinking-Skills-in-Your-Classroom.aspx

Teacher and author Susan M. Brookhart answers the questions: What does higher-order thinking look like? And how can teachers assess it across the disciplines?

Abdulhak, Ishak, and Deni. Darmawan. 2005. Teknologi Pendidikan. Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya Offset.

Müller, A. 2009. Framing Childhood in Eighteenth-Century English Periodicals andPrints, 1689-1789. United Kingdom: Ashgate Publishing, Ltd.

Praherdhiono, Henry. 2020. Implementasi Pembelajaran Di Era Dan Pasca Pandemi Covid-19. Malang: CV. Seribu Bintang.

Prasojo, Lantip Diat, and Riyanto. 2011. Teknologi Informasi Pendidikan. Yogyakarta:

Gava Media.

Sarwono, Jonathan. 2006. Metode Penelitian Kuantiatif Dan Kualitatif. Yogyakarta:

Graha Ilmu. 

Attri, A. K. 2012. “Distance Education: Problems and Solutions.” International Journal of Behavioral Social and Movement Sciences 1(4): 42–58.

Borisova, O. V. 2016. “Problem of Using Innovative Teaching Methods for Distance Learning Students. International Electronic.” Journal of Mathematics Education 11(5): 1175–84.

Chick, and G. Clifton. 2020. “Using Technology to Maintain the Education of Residents During the COVID-19 Pandemic.” Journal of Surgical Education 1(1):1–4.

Dede, C. J. 1990. “The Evolution of Distance Learning: Technology-Mediated___Interactive Learning.” Journal of research on Computing in Education 22(3): 247–64.

Dewi, N., Murtinugraha, and R. Arthur. 2018. “Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Pada Mata Kuliah Teori Dan Praktik Plambing.” Jurnal PenSil UNJ7(2): 25–34.

Mawardi, and Tuti Iriani. 2019. “Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Pada Mata Kuliah Kompetensi Pembelajaran Pokok Materi Keterampilan Dasar Mengajar.” Jurnal Pendidikan Teknik Sipil 8(1): 24–30.

Moore, J. L., and Dickson-Deane. 2011. “E-Learning, Online Learning, andDistance Learning Environments: Are They the Same?” The Internet and Higher Education 14(2): 129–35.

Pujilestari, Y. 2020. “Dampak Positif Pembelajaran  Online Dalam Sistem Pendidikan Indonesia Pasca Pandemi Covid-19.” ADALAH: Buletin Hukum dan Keadilan 4(1): 49–56.

Zapalska, A, and D Brozik. 2006. “Learning Styles and Online Education.” Campus-Wide Information Systems 23(5): 325–35.Sumber Pustaka Website dan Portal Berita Online 

Arga Sumantri. 2020. Metamorfosis Dunia Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19, dikutip dari________ https://www.medcom.id/pendidikan/inspirasi-

pendidikan/JKRGWl5N-metamorfosis-dunia-pendidikan-di-masa-pandemi-covid-19 (diakses pada 5 Mei 2020)

Suharwoto, Gogot. 2020. Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid-19, dikutip dari___________https://www.timesindonesia.co.id/re58