Menangkal iri dan dengki dengan motivasi positif
Oleh: hindriqu@gmail.com
Hati adalah penentu atau cerminan dari sikap dan perbuatan manusia. Isi hati seseorang hanya diketahui dirinya sendiri dan Allah.
Manusia adalah makhluk sempurna yang diciptakan Allah swt dengan berbagai kelebihan, seperti dapat merasakan sedih, senang, marah melalui hatinya.
Penyakit hati atau ( psychoses ) adalah kelainan yang ditandai oleh mental dalam ( profound-mental ), dan gangguan emosional yang mengubah individu menjadi tidak mampu mengatur dirinya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Dua istilah yang dapat diidentifikasi dengan psychoses ini is insanity dan dementia. Istilah demen
digunakan untuk sebagian besar gangguan mental, tetapi secara umum kini diinterpretasikan sebagai sinonim dengan pengungkapan mental (gangguan mental) yang menyolok. Sebab mereka sering melakukan tingkah laku yang semaunya sendiri
Menurut Ikhsan Bella Persada, M. Psi., Psikolog, iri adalah bentuk reaksi yang timbul ketika seseorang terobsesi akan sesuatu yang tidak bisa dimiliki.
Jika levelnya sudah parah iri dan dengki terletak pada tingkat kemarahan dan perasaan tidak suka, maka itu bukan lagi iri; melainkan dengki.
Salah satu ciri dan dinamika psikologis yang sederhana adalah “senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang
Apabila seseorang menyalahgunakan hatinya terhadap hal-hal yang merugikan maka akan muncullah Ketidakharmonisan sosial-emosional individu dalam fenomena sosial yaitu penyakit batin yang disebut Iri Hati.
Lebih parah lagi jika bercampur dengan emosi negatif sehingga menimbulkan energi yang besar untuk menghancurkan situasi tenang dan nyaman sekitarnya.
Salah satu akhlakul mazmumah adalah iri dengki. Dilansir brilio.net dari berbagai sumber pada Rabu (19/8), dalam bahasa Arab, iri dengki adalah hasad. Hal ini akan menimbulkan energi yang besar untuk menghancurkan situasi tenang dan nyaman sekitarnya.
Iri Hati akan dapat memunculkan masalah serius lainnya yang memiliki muatan emosi negatif karena tidak dapat mengakibatkan kondisi relasi sosial yang buruk bahkan juga dapat berkembang lebih parah lagi jika bercampur dengan emosi negatif .
Sering kali iri hati itu juga kerap terjadi ketika kelebihan orang lain dianggap sebagai ancaman, saingan, atau halangan bagi diri sendiri untuk memiliki kelebihan yang sama.
Imam Shamsi Ali menyebut ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan manusia mengalami penyakit iri hati bahkan hasad yaitu :
1. karena kegagalan manusia mengukur dirinya sendiri.
2. ketidak tahuan terhadap diri sendiri berujung pada kegagalan menangkap setiap potensi yang Allah SWT karuniakan kepada manusia sehingga melahirkan kegagalan bersyukur.
3. ketika seseorang berada pada posisi ini hati iri dan dengki, ada dua kemungkinan yang dapat terjadi. Dia bisa bersikap positif dengan ikut bahagia dengan kebahagiaan orang lain atau menderita karena kebahagiaan orang lain.
4. perasaan ketidak mampuan atau inability yang kerap disikapi secara negatif.
"Di sini kita lihat. Ketidakmampuan itu ditutupi dengan melimpahkan kesalahan yang diada-adakan atau dipaksakan pada orang lain.
5. iri hati biasa terjadi karena ada keinginan tertentu. Keinginan yang tidak tercapai, bahkan dirasa terancam karena kelebihan orang lain, yang bisa memunculkan penyakit hati.
6.Kegagalan manusia menangkap kuasa Allah SWT dalam hidupnya.
Apabila setiap individu menyadari bahwa “Ketika Allah SWT memberikan sesuatu yang dianggap kelebihan pada orang lain, sejatinya Allah SWT juga menberikan kelebihan pada diri sendiri dalam hal dan bentuk yang lain.
Oleh sebab itulah Sesungguhnya, tidak ada alasan untuk iri hati, apalagi hasad atau dengki karena kenikmatan yang Allah SWT berikan pada kita melainkan mensyukuri apa yang ada, pastinya semua akan merasa puas dan bahagia..
Perasaan iri dan dengki dapat ditangkal dan diubah menjadi motivasi positif dengan cara berikut ini:
Iri berkaitan dengan kompetitif dan perasaan inferior. Jadi, jangan bandingkan diri Anda dengan orang lain.
-Sadari, sejauh mana kemampuan yang dimiliki.
-Fokus, terus maju, dan mensyukuri kekuatan yang dimiliki saat ini.
Dengan mengarahkan semua energi dan pikiran untuk fokus pada kelebihan yang kita miliki hingga kita bisa meninggalkan kebiasaan membandingkan diri kita dengan orang lain.
-Berada di lingkungan yang mendukung agar bakat dan kelebihan kamu lebih terlihat dan dihargai.
-Berikan pujian kepada orang lain. Mulailah dengan memuji orang-orang terdekat kamu dan berikan pujian yang tulus tanpa ada maksud lain di belakanganya. Dengan demikian rasa iri yang muncul pun akan cenderung bersifat positif
-Juahi semua hal yang bisa memicu pikiran negatif.
-Hargai diri kamu. Hargai semua kelebihan kamu dan berusahalah untuk mengembangkannya menjadi lebih baik
-menerima kenyataan yang ada pada diri dan melihat apa yang terjadi pada orang lain itu memang sudah seharusnya terjadi
(Wigley, 2000)
-mampu mengendalikan rasa iri dan dengki tersebut mengarah menuju ke energi yang positif dengan cara meningkatkan motivasi diri ke hal-hal yang lebih positif lagi.
Oleh sebab itulah irindan dengki akan membuat Energi dan pikiran kamu akan terbuang hanya untuk memikirkan sifat iri yang kamu miliki karena melihat orang lain yang lebih baik dan sukses dari kamu.
Rasa iri itu bisa membuat hati dan pikiran menjadi tidak tenang. Terus menyimpan rasa iri itu tidak baik dan akan membuat kamu merasa tidak nyaman.
Alangkah baiknya Selama liburan dan sisa waktu senggang yang kau dapatkan itu dimanfaatkan dengan hal-hal yang positif yang kiranya akan bermanfaat baik bagi dirimu dan orang lain. Takutlah terhadap penyakit hasad atau iri karena dapat memakan amalan seseorang. Maka tanamkan dalam diri agar terhindar dari hasad.
Kemudian doakan orang yang dapat nikmat, misalnya kawan sekantor yang dapat promosi jabatan, tetangga dapat mobil baru, sahabat yang baru renovasi rumah baru dan sahabat yang sama-sama tamat kuliah dan menikah.
Meskipun sifat iri hati dan dengki ini biasa awalnya, namun hati-hati, penyakit hati ini sangat berbahaya karena dapat menguasai hawa nafsu dan akan membahayakan. Nah oleh karenanya sebaiknya hilangkan lah sifat iri dan dengki yang ada didalam hati
Dengan demikian kita semua akan menyadari bahwa rezeki dan qadarnya telah ditentukan oleh Yang Maha Mencipta, Allah SWT.
Surabaya, 22 Maret 2022.