Selasa, 01 Juni 2021

Juragan Kambing nakal dan durhaka

Juragan Kambing nakal dan durhaka

Kenapa gan?,kenapa harus selalu saya yang dijadikan salah-salahan dari semua  kesalahan juragan ya. Jikalau juragan tau bahwa saya sangat suka duduk bersanding dengan juragan setiap hari berbagi tawa dan canda bahkan setiap kali juragan membawa wanita lain dirumah ini, saya tetap diam tanpa suara berisik seperti kambing tetangga. 6
Kemarin saya sudah menyampaikan pada semua pihak keluarga bahwa sebaiknya semua kambing dikandang harus dijual untuk membeli sawah tetangga", jawab juragan kepada istrinya Murni. 

"Gleduk …!! (suara pacul ditendang oleh kaki kambing).
Juragan memang tidak tau diuntung , saya kambing yang selalu patuh pada juragan tapi juragan tidak memiliki hati terhadap kami, terutama terhadap saya pribadi. 

Saya setuju jikalau teman-teman saya dijual namun saya paling tidak setuju apabila saya diikutsertakan dalam kelompok mereka yang akan juragan jual kepasar. 

Tanpa banyak kata lagi, juragan tersebut membawa kambing-kambingnya ke pasar sore untuk ditawarkan pada para pedagang kambing yang lainnya dan juragan berharap mereka bersedia membeli kambing-kambingnya tersebut. 

Selang beberapa menit ,ada penjual sapi yang menawar kambing juragan.

Juragan…, kambingnya dijual berapa ya?

Kambing- kambing ini akan kujual semuanya dengan harga pasaran saja, ku berharap Kamu sebagai pedagang sapi yg terkenal dipasar sore ini akan membeli semua kambing-kambingKu.

Wkwkwk….mana mungkin saya percaya pada juragan yang akan menjual semua kambing tanpa tersisa sama sekali…
Karena setau saya juragan paling mencintai kambing-kambing ini dari pada isteri sendiri.

Walah-walah kamu itu koq gk percaya sama saya toh Yo Yo. Sekali ku bilang padamu maka percayalah padaku.

Saat penjual sapi sedang berputar mengamati satu persatu kambing juragan, tiba-tiba ada satu kambing berkata " jangan ambil aku sebagai peliharaanmu tuanku" , kata si kambing nakal dan durhaka (sebutan dari juragannya) 

Haaach..melotot dan terkejutlah si penjual sapi tersebut. Sambil berkata", kenapa kamu tidak suka Aku menjadi pengganti juraganmu ?, Bukankah akan lebih baik kamu ikut saya dari pada ikut juraganmu yg pemalas itu ya.

Dengarkanlah aku Tuanku," sebenarnya Juraganku bukan pemalas melainkan tukang selingkuh, oleh sebab itulah juragan menjual kami semua agar mulut kami tidak bersuara ketika juragan sedang berduaan bersama selingkuhannya tersebut," padahal isterinya sangat setia dan patuh pada juragan lhoo .

Ooooh begitu ceritanya toh, pantes saja juraganmu itu sangat terburu-buru menjual semua kambingnya. Lalu, apa yang harus saya lakukan agar kamu tidak dapat ku beli dan ku bawa pulang.

Pada umumnya ,pembeli tidak berkenan membeli apabila ada kambing sakit ya, oleh sebab itulah aku akan berpura-pura sakit didepanmu Tuanku supaya juragan tidak menjualku. 

Ok, kalau begitu lekas bergegaslah menjauh dariku, sepertinya juraganmu hampir melihat dan mendengar percakapan kita berdua', jawab Tuan.

Assiiapp Tuanku, sampai ketemu dilain waktu, sahut kambing.

Ketika juragan kambing sedang melakukan transaksi tawar menawar dengan si Tuan pedagang sapi, tiba-tiba salah satu kambingnya Lepas dari ikatan tali yang dipegangnya, kemudian juragan tersebut kebingungan karena salah satu kambingnya kabur, sedangkan si pedagang sapi telah sepakat tidak membeli kambing yang sudah kabur tersebut melainkan kambing-kambing yang sudah tersedia ditempat itu saja.

Beberapa jam kemudian, juragan kambing pulang dan berjalan  menghampiri kandang-kandang kambingnya di belakang rumah untuk dibersihkan bekas kotoran kambing-kambingnya, namun ketika lima langkah kakinya menuju pintu belakang rumahnya, juragan mendengar suara kambing sedang menguap dan keras banget didengar. 

Juragan tak menyangka ternyata kambing yang dibelakang rumahnya adalah kambingnya yang telah kabur dari pasar sore.
Ketika juragan mendekati kambingnya dan berkata" kamu memang kambing nakal dan durhaka ya..saya adalah juragan kamu yang seharusnya  kau patuhi bukan menjadi kambing yang nakal dan durhaka pada juragannya. 
Sambil membelakangi kambingnya, si juragan tidak mengira kambingnya akan menyeruduk ya dari belakang dan seketika itu juga juragan terperosok jatuh. 

Kambing yang sering disebut nakal dan durhaka itu berkata", kenapa ? Sakit ya? ...rasakan itu juragan !! Berani-beraninya juragan menjualku setelah sekian lama aku patuhi semua perintah juragan. 
Jikalau juragan berani menjualku kembali dipasar sore itu ,maka saya tidak akan segan-segan memberitahu kenakalan  juragan juga yang selama ini tidak  diketahui oleh Nyonya. Saya pun tak akan pernah tutup mulut bahwa juragan juga pernah berniat mengambil keuntungan saja dari menjual teman-temanku demi mendapatkan uang yang tidak berkah.  

Dasar kambing nakal !!..kambing durhaka!!
Tunggu saja pembalasanku terhadapmu, Aku tidak akan memberi dan menyediakan  makan dan minummu kembali walau sedikitpun. 

Lakukan saja juragan..lakukanlah...saya sudah mengetahui bahwa juragan menjual semua temanku hanya demi membeli sawah tetangga sekaligus membagi hati juragan dengan yang lain. Maka dari itulah, saya akan segera membuat rencana supaya juragan tak bisa menjual aku dan membuang aku dengan semena-mena. 
Sebutan Nakal dan durhaka itu lebih pantas bagi juragan dibandingkan saya sebagai kambing yang setia dan patuh pada juragannya. 

Hahhaha...dasar loe kambing nakal dan durhaka bisanya membangkang pada juraganmu sendiri.

Haiii kau kambing yang masih bertahan dirumahku, tunggulah aku sampai dapat menemukan pembeli yang cocok untukmu agar kau tak lagi berada dirumahku. 

Kamulah juragan yang tamak dan tak pernah bersyukur dengan keadaan yang ada, kau menjual semua temanku tanpa kau sedekahkan hartamu dan kau korbankan kami hanya demi menumpuk kekayaan demi nafsumu terhadap wanita, suatu saat kau tak kan mendapatkan surgamu dan tak ada kedamaian dalam kuburmu juragan.

Dua tahun berjalan, juragan tak dapat menemukan pembeli yang cocok dengan kambingnya karena semua pembeli menolak tawaran juragan hingga juragan jatuh miskin dan sakit-sakitan hingga meninggal , dan tinggallah Nyonya Murni (isteri dari juragan) yang tinggal berdua dengan kambing yang masih ada dirumah tersebut; Kemudian Murni mendapatkan tawaran untuk bekerja disuatu pertenakan dan saat itulah murni dapat membeli banyak kambing kembali dan memiliki pertenakan kambing sendiri. 

Ditengah malam ,murni merasa ada suara kambing yang sedang memanggilnya dari belakang rumah dan berkata," Nyonya..jadikan aku korban disaat Hari Raya Idul Adha tiba sebagai tradisi didesa ini, karena sudah saatnya aku kembali pd Tuhan YME penciptaku.., 
Murni terkejut dan tidak menyangka salah satu dari kambing-kambing ada yang dapat berbicara, lalu bergegaslah Murni keluar dan melihat kambing2nya serta menghampiri satu persatu kambingnya  tersebut dengan satu pertanyaan", Apakah kau yang berbicara padaku?;
Namun tak ada satupun yang dapat berbicara, ternyata apa yang didengarkan Murni hanyalah sebuah mimpi yang memberikan tanda dan pesan bahwa sudah saatnya dia harus berkorban sebagian dari hasil kekayaan yang didapat dari pertenakannya tersebut. 
Keesokan harinya,Murni menuju rumah takmir masjid sekitar rumahnya dan meminta supaya mengambil sebagian ternak kambing-kambinga sebanyak 100 ekor kambing sebagai korban diHari Raya Idul Adha mendatang Agar dapat dibagikan pada yang berhak mendapatkannya. 

Saat Hari Raya Idul Adha tiba, takmir masjid pun mengambil dari pertenakan Murni 100 kambing termasuk kambing yang dapat berbicara tersebut yang mana sekian lama Murni tak ketahui bahwa ada salah satu kambingnya dapat berbicara kecuali suaminya si Juragan tamak dan pendzolim terhadap semua orang dan lebih-lebih pada keluarganya sendiri.
 
Writer : by hindribs@gmail.com.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar