Pak Tua Terpesona Janda
Namaku Gelis fatonah dan seringkali orang memanggilku neng Gelis. Aku tinggal dikota Gelis pulau madura sebagai bunga desa dulunya namun sekarang diriku hanya sebagai bunga yang kusut madunya, walau diriku saat ini janda kaya.
Sekian lama ku menanti abang bejoku dipelabuhan kamal madura demi membina rumah tangga samawa yang kedua, namun pernikahanku yang kedua dengan bang bejo sepertinya sia sia karena bang bejo tak kunjung tiba. Entah kenapa bang bejo tak bisa berkata kata walau hanya seuntai kata untuk menyejukkan hatiku agar aku siap menantinya dan berjuang bersama sama seperti yang pernah bang bejo tuturkan dulu padaku, namun tanpa berkata kata, tiba tiba wa sayapun diblokir oleh bang bejo dengan beralasan semua hubungan ini sudah tak bisa dilanjutkan; Astagfiruallah hal'adzim...benar benar hal ini kuanggap sebagai keangkuhan dan keegoisan sepihak saja dan pastinya dirikulah yang dirugikan oleh bang bejo.
6 bulan telah berlalu, setiap minggu ku berkunjung dipelabuhan itu namun tanda tanda bang bejo tibapun tak nampak bagiku. Pada bulan ke tujuh bang bejopun kirim pesan melalui inbox yang isinya: "Menikahlah supaya hatimu tentram", sambil memamerkan hasil karyanya di website atas kehebatannya sebagai orang hebat, dan setelah membaca pesan singkatnya hatiku pun hancur seakan akan aku menjadi istri yang dinikahinya tanpa memiliki arti sama sekali. Namun dalam hati kecilku selalu terucap ada allah swt sebagai cctv dalam setiap nafasmu dan langkahmu maka bersabarlah, bahkan ku selalu mendengar kalimat dia hebat tapi curang lho...ya sudahlah sayang...kau pasti kuat geliis cantikqu"
Setiap langkahku hanya semangat untuk bertahan melawan resahku agar aku bisa mampu meniti hari-hariku tanpa harus lagi menghitung hari seperti dulu demi penantian panjang yang tak tentu dan yang sudah berlalu, namun tak bisa kupungkiri bahwa cintaku pada bang bejo terlalu amat sungguh sungguh pilu. Adakah kesempatan bagiku untuk bersamamu bang? (Tuturku sambil bergumam "hmm inilah takdirku kalee).
Entah kenapa setiap kali aku resah selalu saja ada seseorang yang hadir dari luar sana untuk berharap agar ku bisa menerima pinangannya, selain itu mereka selalu menggebu-gebu ingin menikahiku akan tetapi dalam pikiranku hanya tentang bagaimana aku bisa membuat anak dan orang tuaku bahagia diusia senjanya, karena aku tak mau masa pahitku terulang kembali seperti dulu.
Sejak bang Bejo pergi, disaat itu pula aku menjadi janda dan tak berharap dan mengharapkan kehadiran Bejo kembali, karena bagiku Bejo telah mencurangiku dan menaburkan kisah semu dalam kehidupanku, namun setiap kali aku merasakan kecewa terhadap Bejo, saat itu pula naluriku mengatakan Bang Bejo akan kembali karena dia sangat mencintaiku.
Tepat dihari sabtu , Bang Bejo mengetik pesan bahwa dia berharap aku kembali pd mantan suamiku dan berkata" kembalilah pd mantan suamimu karena aku sudah bangkrut".
Dengan bergegas aku menelpon Susi dan meminta pendapat tentang perubahan sikapnya bejo terhadapku ,kemudian Susi berkata" gelis….andai kau bisa membuka hatimu dan matamu bahwa Bejo hanya ingin memanfaatkanmu dan mencintaimu sesaat dikala kamu berjaya, maka aku jamin hidupmu tidak akan semerana saat ini say".
Sekarang Sudah terbukti Bejo telah menjadikanmu janda sayi oleh sebab itulah nikmati prosesnya dan ambil hikmahnya ", jawab Susi terhadap gelis.
Beberapa tahun setelah gelis menjadi janda, tak terduga ada pak tua yang baik rupa dan kaya tergila-gila pada gelis, namun karena gelis tak bisa lagi berpaling dari Bejo dan sulit melupakan kisahnya bersama Bejo, kemudian gelispun menolak pinangan dari pak tua tersebut secara santun.
Sangking cintanya pak tua terhadap gelis, pak tua dengan lantang mengatakan didepan rumah gelis" , Neng gelis kenapa eneng menolak cinta Abang? Sekalipun Abang tua tapi Abang sangat terpesona dengan gelis.
Hadeech..apaan sech pak tua ini!!! Dengan suara menghertak , gelis berlari mengendarai motornya ke warkop depan kampung milik Susi sahabatnya.
Tiba-tiba saja pak tua itupun juga membuntuti gelis menuju warkop tersebut. Kemudian Susipun menghalangi pak tua tersebut dan mengatakan" ,Maaf bapak tua (sambil melotot mata Susi menatap pak tua itu) … Apa tujuan anda memaksakan kehendak anda menikahi gelis?.. Bukankah bapak sudah tua ya dan usia bapak jikalau ku prediksi sekitar 60 -65 tahun.
Menurut saya seharusnya bapak tau diri dong...dengan keadaan dan kondisi bapak yang saat ini sudah cungkring; lagi pula mana mungkin saya sebagai sahabat gelis mengikhlaskan bapak menikahi gelis yang masih muda walau janda toh yo2.
Tapi Mbak Susi...saya sangat mencintai gelis , saya benar benar terpesona dengan semua sikap dan perilakunya sejak bertahun-tahun dulu...jawab pak tua.
What's!!!… Sejak dulu??.. , Setau saya bapak tinggal dirumah besar dan mewah diujung sebrang kampung kami baru beberapa bulan yang lalu ,koq berani-beraninya bapak mengatakan sudah terpesona dengan sahabatku Gelis bertahun-tahun lamanya??
Dengan senyuman kecil…,sekalipun pak tua mengetahui bahwa Susi adalah sahabatnya juga namun pak tua tetap berusaha menahan perkataannya agar tidak keceplos dan berterus terang bahwa dirinya adalah Bejo mantan suami kedua gelis.
Pak tua: Hmmm...saya memang tua Mbak Susi tapi apakah dengan usia saya yang tua ini tidak layak untuk mencintai neng Gelis pujaanku?,Lagi pula Gelis kan sudah menjadi janda bertahun-tahun dan hidup seorang diri hanya bersama seorang anaknya laki-laki ya," jawab pak tua
Susi: Lho-lho Anda itu sudah tua seharusnya pikun toh , tapi bagaimana anda bisa tau kalau gelis memiliki anak laki-laki ya.
Weleh-weleh pasti anda selama ini sering memata-matai Gelis dikampung ini ya,'jawab susi
Pak tua: Saya tidak hanya memata-matai Gelis tapi saya juga seringkali memohon pada Gelis agar bersedia menerima pinangan saya dan sayapun juga berjanji akan merubah kehidupan pahitnya menjadi kebahagiaan yang tak terbatas hingga ajal memisahkan kami berdua mbak.
Susi: aaacch...sudahlah pak tua, anda ngacau dan glambyar kemana -mana dech; lebih baik anda pulang dan jangan pernah singgah diwarkop saya atau dirumah Gelis sekalipun hanya demi mimpi pak tua mencintai sahabat saya dan untuk yang sekian kalinya, saranku lebih baik Bpk tua seperti anda mimpi naik haji ke Mekkah atau umroh saja ya dan kagak ada lagi niatan untuk menikahi gelis titik !!.
Beberapa jam kemudian , terdengar dari ujung kampung suara klason mobil dan mobil tersebut menuju warkop Susi, ternyata saat pak tua pamit dari warkop Susi, Gelis mengintip dibalik tirai rumah Susi dan pak tua itupun juga sudah mengetahui sebelumnya bahwa perbincangannya dengan Susi telah didengarkan oleh Gelis yang ada dibalik tirai rumah sekaligus warkop milik Susi.
Dengan suara keras, pak tua berucap diluar rumah Susi " Gelis, Abang sangat mencintaimu, Abang sudah bertahun-tahun menunggu saat ini tiba dan berharap segera meminangmu atas izin Allah SWT dan atas nama Bismillah.
Abang sudah tau ,Gelis selama ini juga kesepian seperti Abang.
Jangan lupakan abang ya Gelis, abang akan selalu menunggumu, I love you..Miss you...without I hate you.
Wkwkwk….huahahaha...ketawa gelis dibalik tirai, namun karena Gelis merasa penasaran tentang pak tua tersebut setelah mendengar semua ceritanya maka gelispun berani menampakkan diri dihadapan pak tua, akan tetapi pak tua telah beranjak pergi dari rumah warkop Susi.
Sekitar 15 menit pak tua kembali ke warkop Susi dikarenakan hp pak tua ketinggalan dimeja warkop Susi, dan saat itu pula pak tua melihat gelis sedang berada di teras yang gk jauh dari meja warkop Susi tersebut.
Susipun spontan terkejut hingga tidak sadar kopi yang diaduknya tumpah saat melihat pak tua itu kembali, begitu juga dengan neng gelis tergopoh2 memakai sandal ingin beranjak masuk namun karena tersandung kaki meja, neng gelispun memberontak dari genggaman tarikan tangan pak tua ketika pak tua itu menghadang neng gelis masuk rumah. Gelis berteriak" ,lepaskan.. ! Lepaskan tangan saya pak tua!!...dengan tiba-tiba saja pak tua melepas topi dan membuka kumis serta jenggot palsunya tersebut.
Betapa terkejut dan tercengangnya neng gelis saat itu, kemudian neng gelis berucap", Subhanallah Bang bejoo??? …Benarkah ini bang Bejo suami eneng ??..Alhamdulillah ya Allah SWT ,Engkau telah mempertemukan kami kembali dalam keadaan sehat walafiat kemudian neng gelis memeluk Bejo dan bersujud didepan kaki Bejo (sambil mengucap syukur pada Allah swt).
Paktua/Bejo:Iya neng gelis,' ini abangmu sudah pulang untuk memperjuangkan neng gelis kembali dan Abang tak kan pernah meninggalkan neng gelis hingga darah penghabisanpun, Abang akan berjuang demi neng gelis.
Abang mohon maaf selama ini Abang telah berpura-pura merahasiakan jati diri Abang yang sebenarnya pada neng gelis walau kita sering bertemu dkampung ini, tetap berpura -pura menjadi orang lain”, jawab Bejo.
Neng Gelis:Tapiii bang, eneng kan juga sudah tua, kenapa Abang malu-malu dan merahasikan ini semua dari neng gelis?, Bukankah Abang sekarang sudah kaya dan sebaliknya keadaan Eneng masih tetap seperti ini saja sejak dahulu hingga sekarang”,jawab gelis.
Pak tua/Bejo: Hmmm, Abang sengaja merahasiakan jati diri Abang dikampung ini karena Abang sebenarnya tujuannya pengen membuat surprise neng gelis saja.
Neng gelis: Ooo… begituu ya bang, tapii… bang bejo juga sebenarnya sudah mengetahui kita sudah sama sama tuwir dan tuwer wkwkwk…(sambil mendekatkan bibirnya ke telinga Bejo) seakan -akan gelis berbisik mesra.
Pak tua/Bejo: Ooooh neng gelisku tetap pujaan Abang bejoo…,saat ini kita memang sudah sama sama tuwir dan tuwer tapii… abang yakin santan milik kita berdua masih tersedia meluber…huahahaha…huahaha… (tawa bejo) dan diiringi dengan tawa neng gelis
Sudah! Sudah cukup sandiwara kalian nge prank saya", jawab Susi;
Sejak dulu Kalian itu buat saya was was , putus nyambung , putus nyambung doank..
Sekarang sudah saatnya kalian harus ke penghulu lagi untuk meresmikan pernikahan kalian yang hampir amburadul tersebut.
Neng Gelis...Apakah kau masih bersedia menikah dengan pak tua seperti saya ini?, tanya suami Susi (Imron);” Menurut saya alangkah baiknya jika kalian memperbaiki pernikahan kalian dengan sesegera mungkin supaya kalianpun dapat bersatu kembali demi anak anak kalian ya
Siap pak RT, insya Allah SWT akan kami laksanakan resepsinya dibulan depan ya,..,sahut pak tua
Genap satu bulan setelah neng gelis dan pak tua meresmikan pernikahannya , Bejo atau yang sering dipanggil pak tua tersebut merencanakan bulan madunya ke pulau Bali dengan catatan neng gelis harus bisa ambil cuti selama 2 Minggu karena pak tua gk mau bulan madunya terusik dengan segala hal yang tdiak dapat membuat dirinya berduaan dan bermesraan dengan nyaman bersama neng gelis.
Setelah menikah yang kedua kalinya sebutan mereka berduapun juga berbeda , yang awalnya hanya abang bejo dan neng gelis namun untuk pernikahan yang terbarunya mereka saling memanggil dengan panggilan bunda gelis dan ayah bejo.
Pak tua berkata', bunda gelis...saya pengen banget bunda fokus pada bulan madu kita ya...hehehehe...karena saya sekalipun tua tapi masih mampu lhooo…
Hahahaha….mampu apaan siich ayah bejoo..,".sahut bunda gelis
Sambil kedip kedip matanya, si Bejopun menjawab manis dan tersipu maluu…
Hmmm ...mampu segalnya toh bundaaa.
Wkwkwk…(ngakaknya si gelis)..ayah Bejo sekarang makin agresif dech setelah menikahi bunda gelis…
Haduch2 bagus doong bunda…, pak tua ini sekalipun tua tetap semangat muda toh yo2.
Iya2,..bunda gelis bersyukur kita sudah kembali lagi seperti dulu ya..walau kita sudah berumur dan tuwar serta tuwir tapi tetap saling semangat menyemangati.
Semoga ayah Bejo gk marah sekalipun kadangkala saya panggil pak tua ya..
Oooo...tidak sama sekali bunda gelis...apapun nama panggilan untukku tetap saja aku cinta padamu hehehe…
Lagi pula saya lebih suka dengan panggilan pak tua karena panggilan baru untuk saya tersebut sangat membuktikan terpesonanya diriku terhadapmu ya..
Huahahah….pak tua cintaku yang sedang terpesona pada janda …huahahah,"
tawa gelis ngakak...tapi gk apa-apa karena jandanya tetap saya yaitu neng Gelis cintanya pak tua aslinya kota Surabaya...wkwkwk.
Malam semakin larut, pak tua dan gelis tertidur menikmati bulan madu di pulau Bali yang penuh dengan indahnya panorama.
Semoga mereka menjadi pasangan ideal yang sakina mawaddah warrohma selamanya. Amiien. .
Penulis: hindribs@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar