Harapan yg tak terhenti.
Aku tau kalian tidak mencintaiku, aku tau kalian terpaksa mencintaiku , andai aku tau sebelum semua ini terjadi bhw kalian tdk mencintaiku maka akupun kan merelakan kalian pergi jauh dari hidupku.
Jangan.. , jangan... dan jangan...buatku menderita kembali sesakit dulu, sesakit ini dan lebih sakit lagi hingga saat ini dan nanti...
Biarkan lelahku dalam memperjuangkan kalian menjadi sekedar bukti dihadapan ILLahi Robbi hanya semata-mata untuk membuka pintu surgawi.
Cukup..cukupkan sekian saja aku kehilangan orang yang aku cintai dan jangan lagi aku kehilangannya kembali kr hanya dia satu-satunya yang kumiliki dan kuhormati didunia ini. Aku tak mau melihat kalian menyakiti hatinya demi egomu sendiri dan kalian jadikan aku kambing hitam kembali. Biarkan aku memeluknya dan mendekapnya serta sujud dikakinya bahkan ku berharap dia menganggap ku ada untuknya dan selalu ada untuknya sebagai tanda aku bukan anak yang durhaka baginya. Dan sekali lagi tinggalkan aku jika kalian sudah tidak ada cinta utkku. Jgn pernah kembali dihadapanku walau kalian telah bahagia nanti. Doaku slalu berharap kalian dalam lindungan Allah SWT. .
Pilihan kalian adalah dia maka pergilah kalian bersamanya, penyesalan memang tidak ada guna untuk saat ini namun perubahan akan sangat berharga utkku hari ini dan nanti.
Semakin kau paksa untuk bersamaku akan semakin sakit yang kudapatkan, semakin kau pertahankan hubungan ini maka akan semakin menyisakku menjalankan kehidupan ini. Aku tau kalian berpura-pura mendampingiku namun dihati kalian tetap berharap dengannya..
Setiap malam tiba ,harapan dan doa ini selalu dibacakan dihadapan Allah swt sebagai penantian yang diharapkan akan menjadi nyata bagi si manis. Yaa..namanya si manis sama sprt wajah dan senyumnya itu. Tak ada dendam tak ada benci hanya ucapan yang keras dan kasar si manis ketika terluka, tertindas dan ternodai harga diri dan martabatnya sebagai wanita sekaligus ibu dari satu anak ini. Seringkali si manis menahan sesak nafas karena tangisan yang selalu membuat hatinya resah gelisah akan ujian hidup yang diterpa dalam perjalanan mengarungi kehidupan yang kian hari kian menjadi api dalam memperjuangkan cinta yang tak berujung.
Entah apa yang diharapkan oleh mereka dari simanis, hingga si manis sepasrah ini dan tidak seprti dulu disaat ibundanya masih hidup mendampinginya,entah kenapa pula si manis tidak setegar dulu disaat hatinya rapuh karena ulah mereka pula.
Rasanya aku sendiri ingin menculik si manis pergi dari kehidupan mereka yang penuh dengan tipu daya dan kepalsuan namun apa daya diriku yang hanya sebagai sahabat pendengar setia si manis kapanpun dan dimanapun si manis membutuhkanku. Akupun hanya wanita yang tak berdaya namun tak setegar si manis itu. Ku akui si manis benar-wanita hebat dan kuat yang pernah ku temui. Si manis tak pernah menyerah dengan apapun yang terjadi dihadapannya sekalipun. Setiap kusarankan agar dia melepaskan mereka yang tak layak untuk diperjuangkan karena bagiku mereka bagaikan demit yang berhati hitam namun jawaban apa yang kudptkan dari si manis ternyata hanya satu kalimat saja Haiti seperti ini," loli ..mereka adalah ujian bagiku yang dihadirkan untuk mengukur seberapa besar kesabaranku dan sekuat apa aku mempertahankan mereka. Dengan mendengar kalimatnya langsung spontan kujawab", what!!! You are crazy my sweety ,...It's too bad for you. Seketika itu juga manis bergegas beranjak pergi meninggalkanku dan saat itu pula aku langsung mengikutinya. Dalam perjalanan di jalan raya kira2 1km dari kantor, akupun bertanya kembali pd si manis. Maniss..kenapa kau masih memperjuangkan mereka yang seharusnya tidak layak untuk diperjuangkan ? Kenapa pula kamu masih tulus pada mereka ?, Sedangkan aku tau bahwa mereka sudah memperlakukanmu bagaikan kapas yang sekedar sebagai pembalut disaat mrk terluka doank. Ketulusanmu tidak berarti baginya lhoo.., Please...manis...tinggalkan mereka dan aku yakin hidupmu kelak tidak akan sesulit seperti ini lagi dan tak akan serendah ini dmata mereka; manis..bagiku mereka itu hanya sekedar manusia yang selalu berharap kamu tidak bahagia bersamanya sampai dengan ajal menjemputmu..dan aku tau mereka selama inipun selalu mengabaikan ibadahnya sehingga hal ini benar-benar tidak sejalan denganmu manis yang tekun beribadah itu.. bahkan merekapun tidak yakin bahwa allah swt tidak tidur disaat mereka melukai hatimu lahir dan bathin. Manis..manis...(panggilku), utk yang kesekian kalinya kumohon ...ambillah tindakan pada mereka kemudian tinggalkan mereka agar mereka merasakan betapa pentingnya kehadiranmu ditengah tengah mereka. Namun dengan usaha kerasku tersebut, tetap saja si manis mengabaikan semua saran dan nasehatku,
Beberapa saat kemudian si manis menanyakan padaku: kenapa kamu tetap mengikutiku loli? Bukankah hari ini kamu akan bertemu dengan calon tunanganmu ? . Dengan pertanyaan ini membuatku semakin penasaran pada simanis dan dalam hatiku pun bertanya tanya 'kemana sebenarnya si manis akan pergi, karena tidak seperti biasanya dia bertanya seperti itu, seakan akan manis kali ini sedikit resah dicampur galau sehingga ini membuatku semakin ingin mendampinginya karena aku gak mau si manis pergi disaat dia dalam keadaan sedih dan resah gelisah.
Tak kusangka dan tak kuduga , si manispun memberitahuku kemana tujuan dia kali ini perginya..Oooh..My GOD! ternyata dia akan menuju ke sebuah pemakaman yaitu pemakaman ibundanya . Dan setelah dia berdoa dia mengatakan padaku bahwa setiap kali dia bahagia ataupun sedih dan resah , si manis seringkali pergi mengambil air wudhu dan membaca Al Qur'an kemudian diapun ke makam ibundanya untuk berziarah setelah berziarah, si manis tak lupa juga untuk berkunjung ke rumah ayahandanya yang tempat tinggalnya tidak jauh dari pemakaman ibundanya tersebut. Subhanallah , luar biasa bangganya saya memiliki sahabat seperti si manis dan betapa takjubnya aku pada ketulusan hati yang dimiliki oleh si manis tersebut terhadap mereka yang selalu memanfaatkan kebaikan si manis bahkan menyalahgunakan kebaikannya serta ketulusannya dengan berbagai cara untuk menyakiti hati dan bathin si manis. Mereka tidak sadar bhw Allah SWT tidak tidur disaat mereka menyakiti si manis seperti itu, Sedangkan kitapun tau bahwa Sesungguhnya Allah swt Maha melindungi dan mengetahui apapun yang telah kita lakukan akan memiliki resikonya masing-masing bahkan akan menanggung semua yang kita perbuat didunia ini.
Writer By lolipop