Kamis, 18 Oktober 2018

Parts of word to motivate in future's life

SOME WORDS TO MOTIVATE OURSELF.
A writer by Mrs. HINDRI. Maulud Fiana


1. Trying is the best solution as long as We try positive Thinking.

2. Do something every day until you find new things to make you successful in the future.

3. Don't make everybody getting some difficult before The God act to you more than it.

4. You can hate me anytime but I Can not hate you because I 'm not a Haters and I don't have a basic
     to hate everybody.

5. I will let you go until I find you again.

6. Don't be shy to make something is better than before.

7. To create yourself by positive things so that everything makes you more meaningful.

8. The God will have come every time when We walk his the way

9. Don't hate everybody who makes you blind

10. Put the wisdom and your honesty in your hearth to show you are a human who has a basic
      humanity

11. A lord always know about  everything that we have done and do

12. Don't make me love everybody more than I love my Lord.

13. Parents are everything in your life to reach the goal.

14. Honesty is a modal to do anything and Believe is a modal to reach everything

15. Let them to show bad attitude but don't it happened to us

16. You make easy for everybody as same as You open your luck.

17. Nothing is lost if  We realize The lord beside us.

Continue.....wish it will be meaningful to everybody

Proses Pembelajaran

TUGAS  DARI                       
 DR. SOEGITO.TENTANG PROSES PEMBELAJARAN .
 DI TULIS OLEH  HINDRI ( UNIPA)

1. Pengaruh Globalisasi informasi sangat kuat terhadap proses pembelajaran, jelaskan dan uraikan penyataan tersebut! 1/2 halaman
2. Ada 3 orientasi Pembelajaran dimasa depan. Sebutkan dan jelaskan masing-masing!
3. Bagaiman Peran PSB dalam 4 pola pembelajaran berdasarkan waktu dan tempat!
4. Sebutkan dan jelaskan secara rinci peran PSB pada masing-masing pola pembelajaran tersebut.


1. Dalam proses globalisasi tidak terlepas dari suatu perubahan, yaitu perubahan yang terjadi dalam berbagai aspek  pada dunia pendidikan,   
sedangkan proses globalisasi merupakan suatu rangkaian proses yang mengintegrasikan pembelajaran  secara global didalam suatu ruang dan
 waktu Sehingga terciptanya suatu jaringan yang semakin terintegrasi. Menurut Giddens bahwa globalisasi dengan pendidikan terletak didalam
 lahirnya suatu masyarakat baru yaitu “knowledge-based society yang didasarkan kepada ilmu pengetahuan bahkan akan terus-menerus
berubah dan merupakan subyek untuk revisi. Hal ini memerlukan apa yang disebutnya sikap refleksi dari manusia yaitu kemampuan untuk
merenungkan mengenai kehidupannya berdasarkan rasio sebagai proses pembelajaran. Dengan  lahirnya globalisasi, yang kemudian disusul
dengan penetrasi teknologi yang sangat canggih, menjembatani proses transmisi serta pengembangan Ilmu pengetahuan sebagai proses
pembelajaran maka dari sinilah berimbas pada Perkembangan dunia pendidikan di Indonesia yang tidak dapat dilepaskan dari pengaruh
perkembangan arus globalisasi,dimana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat. Oleh sebab itulah untuk menghadapi era pasar
bebas yang membuka banyak peluang lembaga pendidikan dan tenaga pendidik dari manca negara masuk ke Indonesia maka kebijakan
pendidikan nasional harus dapat meningkatkan mutu pendidikan sebagai proses pembelajaran baik akademik maupun non akademik serta
memperbaiki manajemen pendidikan agar lebih produktif dan efesien serta memberikan akses seluas-luasnya sebagai wujud proses
pembelajaran yang berhasil bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Semakin berkembangnya arus globalisasi maka
semakin  mengakibatkan adanya kompetisi didalam dunia pendidikan karena  teknologi dan informasi, oleh sebab itulah pendidikan di
Indonesia harus meningkatkan kualitas pendidikan setingkat dengan kualitas pendidikan Internasional; namun Pembaharuan pendidikan
tidak berlangsung tiba-tiba melainkan memerlukan proses pembelajaran yang lebih mendorong masyarakat  khususnya generasi muda untuk
membamgun knowledge society, yaitu masyarakat yang berbasis IPTEK karena pendidikan yang berpacu pada teknologi dan informasi
merupakan sarana proses pembelajaran yang merupakan investasi  yang utama yang keutamaannya melebihi bidang lainnya. Proses
Pembelajaran berawal dari dalam dunia pendidikan karena globalisasi pendidikan dilakukan untuk menjawab kebutuhan pasar dan tenaga kerja
berkualitas yang semakin ketat. Dengan gobalisasi pendidikan diharapkan tenaga kerja Indonesia dapat bersaing dipasar dunia sehingga mau
tidak mau dunia pendidikan di Indonesia harusmenghasilkan ;lulusan yang siap kerja agar tidak menjadi budak di negeri sendiri. Pendidikan
model ini  juga dapat membuat peserta didik memperoleh letreampilan teknis yang komplit dan detil mulai dari bahasa asing, computer,
 internek, IPTEK.   

2. Menurut nurmi 1989 oreintasi masa depan yaitu gambaran yang dimiliki individu tentang dirinya dalam konteks masa depan yang meliputi
    3 aspek yaitu motivasi, perencanaan, dan evaluasi.
     * motivasi yaitu menunjukkan minat-minat individu tentang masa depan,.
    *Perencanaan yaitu suatu proses perencanaan dengan pembentukan sub-sub tujuan, mengkosntruksi perencanaan dan merealisasikan
rencana tersebut.
*Evaluasi yaitu individu mengevaluasikan mengenai kemungkinan-kemun gkinanrealisasi dari tujuandan rencana yang telah disusun.
Serdangkan faktor-faktor yang mempengaruhi Orientasi masa depan tersebut yaitu faktor
individu (person related factor) dan faktor konteks sosial (social context-rel;ated factor)
1. Faktor individu yaitu beberapa faktor yang berasal dari dalam individu yaitu
A. Konsep diri : konsep diri ini yang dapat mempengaruhi penetapan tujuan. Salah satu bentuk dari konsep diriyang dapat mempengaruhi
orientasi masa depan adalah diri ideal.
                      B. Perkembangan Kognitif  yaitu kematangan kognitif yang sangat erat kaitannya dengan kemampuan intelektual menjadi salah satu
faktor  individu yang mempengaruhi orientasi masa depan.
                2. Faktor kontekstual antar lain yaitu:
                   * jenis kelamin
                   * status sosial ekonomi
                  * usia
                  * teman sebaya
                 * hungan de4ngan ortu
                Berdasarkan pengertian diatas maka orientasi pembelajaran di masa depan tidak lepas juga  dari  Peran seorang Guru dan Dosen sebagai
metode pendekatan didalam meningkatkan kualitas kompetensi peserta didik /Mahasiswadalam mengajar karena perannya guru dan Dosen
disini adalah harus membangkitkan potensi, memotivasi, memberikan suntikan dan menggerakkan peserta didik dan Mahasiswa melalui pola
pembelajaran yang kreatif dan kontekstual(menggunakan teknologi dan informasi yang memadai) sehingga pola kualitas lulusannya yang
bersaing dalam arus perkembangan zaman. Sehingga 3 orientasi poembelajaran di masa depan dapat melalui
1. Pembelajaran yang berorientasi pada siswa(oriented student approach  yaitu pendekatan pembelajaran yang memandang peserta didik
sebagai objek sekaligus subjek yang belajar.Kepentingan pembelajaran bertumpu pada proses belajar siswa. Peranan guru dalam
pembelajaran lebih terfokus kepada pembimbing belajar, motivasi dan fasilitator pembelajaran.
               2. Pembelajaran yang berorientasi pada guru ( teacher oreinted approach) yaitu pendekatan pembelajaran yang menekankan pada bagaimana
Proses guru dalam mengajar. Yang menjadi titik acuan bagi guru adalah ketercapaain target kurikulum. Sehingga Pemikiran guru dalam
pembelajaran adalah bagaimana   manyajikan informasi belajar kepada siswa. Bagaimana siswa menguasai materi pelajaran dengan baik
melalui tindakan  guru di ruang kelas. Dalam hal ini guru memegang peranan penting sebagai pemberi informasi yang harus dikuasai oleh
Siswa
             3. Pembelajaran yang berorientasi pada lingkungan ( environment oriented approach) penedakatan pembelajaran yang berorientasi pada
aktivitas peserta didik secara optimal untuk memperoleh hasil belajar berupa perpaduan anatara aspek kognitif, afaktif dan psikomotor
secara seimbang yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agar lebih bermakna dan bermutu sehingga peserta didik tidak
hanya dituntut untuk menguasai sejumlah informasi tetapi juga bagaimana memanfaatkan informasi itu untuk kehidupannya.

3. Peran PSB dalam 4 pola pembelajaran berdasarkan waktu dan tempat yaitu : berdasrkan a) peranan sumber belajar dalam pembelajaran
Individual; b) Peranan Sumber belajar dalam Klasikal c) peranan sumber belajar dalam kelompok sehingga hal ini dapat
              1. Meningkatkan produktifitas pembelajaran dengan jalan mempercepat laju belajar dan membantu untuk menggunakan waktu secara lebih
baik,, mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi sehingga dapat lebih banyak dan mengembangkan gairah.
              2. Memberikan kemun gkinan pembelajaran yang bersifat individual, dengan cara mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional,
memberi kesempatan  kepada siswa untuk berkembang sesuai kemampuannya.
             3. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara perancangan program pembelajaran yang lebih sistematis,
pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian
            4. Lebih memantapkan belajar secara seketika yaitu mengurangi kesenjangan anatara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan
realitas yang konkrit, memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung.
              5. Memungkinkan pembelajaran yang lebih luas, dengan menyajikan informasi yang mampu menebus batas geografis.
              Menurut Arief S.Sadiman dkk 2006:83-84 jenis media pembelajaran yang ditinau dari bentuknya diantaranya
             1.Media visual: grafik,diagram, chart, bagan, poster, karyun komik
             2. Media Auditif : radio, tape recorder,laboratorium bahasa, dan sejenisnya
            3. rojected still media : slide, over head projector (OHP), in focus dan sejenisnya
            4. Projected motion media: film, televisi, video(VCD, DVD, VTR) , komputerdan sejenisnya.
                  Berdasarkan jenis media pembelajaran diatas maka dapat disimpulkan bahwa perasn PSB yaitu
          1. Memperjalas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis  ( dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka)
         2. Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu dan daya indera
         3. Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bevariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik.
         4. Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi
pendidikan ditentukan sama untuk setiap peserta didik, maka guru akan banyak mengalami kesulitan bilamana itu harus diatasi sendiri.  

4. Sumber belajar merupakan segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan proses belajar mengajar.Bila diperhatikan secara cermat, dari batasan-batasan yang telah diberikan para ahli dapat disimpulkan bahwa sumber belajar itu pada prinsipnya adalah segala sesuatu yang dapat membantu, memperlancar proses belajar mengajar dan mempermudah tercapainya keberhasilan belajar.
  Dengan demikian,Sesuai dengan perannya PSB masing-masing pola pembelajaran itu antara lain:
pola peran/pemanfaatan sumber belajar yang dikembangkan pada tahap pertama adalah interaksi langsung antara peserta didik dengan sumber belajar yang berupa guru atau seseorang yang memang mempunyai pengetahuan lebih untuk disampaikan kepada peserta didik. Dalam hal ini, guru merupakan satu-satunya sumber belajar bagi peserta didiknya. Bahkan pada zaman dahulu dikenal adanya kaum Sufi yang profesi atau pekerjaannya adalah sebagai "penjaja ilmu pengetahuan". Contoh lain dari pola pembelajaran secara langsung antara guru (pendekar silat) sebagai sumber belajar dengan peserta didik (mereka yang ingin belajar silat) yang pada umumnya banyak dijumpai di negeri Cina (Shaolin).
Pola pemanfaatan sumber belajar yang kedua adalah masih juga tetap menggunakan guru tetapi fungsinya hanya sebagai sumber belajar utama (bukan lagi satu-satunya sumber belajar) karena dibantu oleh sumber belajar lainnya. Dalam kaitan ini, sumber belajar lainnya yang digunakan guru untuk menyajikan materi pelajaran dapat saja berupa media, baik yang berupa alat/fasilitas, media cetak (misalnya buku, modul atau handouts), media kaset audio, media audiovisual.
Pada pola pemanfaatan sumber belajar tahap kedua ini, sumber belajar guru merupakan pihak yang sangat menentukan (sangat dominan) apakah dirinya akan memanfaatkan media atau tidak dalam membelajarkan peserta didiknya. Artinya, pemanfaatan media sebagai sumber belajar lain di luar guru sangat tergantung pada sikap dan komitmen guru. Media diperlakukan guru sebagai alat bantu mengajar (teaching aids). Yang namanya alat bantu mengajar, tentu bisa digunakan dan bisa juga tidak digunakan. Manakala guru sebagai sumber belajar utama sudah "media minded", maka pemanfaatan media akan dilakukan secara terencana.
Pola pemanfaatan sumber belajar yang ketiga adalah bahwa guru dan media sebagai sumber belajar lainnya berbagi fungsi atau peran secara seimbang. Artinya, guru mempunyai fungsi/peran tertentu yang kurang lebih sama bobotnya dan fungsi/peran media sebagai sumber belajar lainnya. Ada pembagian tugas yang jelas antara guru dan media dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. Peserta didik belajar mengenai aspek-aspek tertentu dari materi pelajar melalui sumber belajar guru dan aspek-aspek tertentu lainnya dari sumber belajar yang berupa media.
Pola peran/pemanfaatan sumber belajar yang keempat adalah bahwa peran guru sudah lebih banyak dilimpahkan kepada media sebagai sumber belajar lain. Media sebagai sumber belajar lain mendapatkan peran yang lebih besar (lebih dominan) dibandingkan dengan peran yang dimainkan guru. Sekalipun demikian peran guru sebagai sumber belajar masih tetap dibutuhkan peserta didik tetapi hanya sebagai fasilitator, motivator dan pemberian tutorial dalam kegiatan pembelajaran. Namun demikian tidaklah berarti bahwa peran guru yang lebih kecil itu membuat guru menjadi "kurang berarti" dalam kegiatan pembelajaran. Bahkan peran guru menjadi lebih fokus pada pemberian bimbingan belajar secara individual kepada peserta didik terutama yang mengalami kesulitan. 
Pola peran/pemanfaatan sumber belajar yang kelima adalah bahwa peserta didik yang sepenuhnya langsung berinteraksi dengan sumber belajar yang berupa media. Dalam kaitan ini, ada istilah yang mengatakan bahwa seseorang berhasil mempelajari suatu pengetahuan atau keterampilan tanpa mengikuti kursus atau les. Orang yang demikian ini disebut belajar secara otodidak. Terlebih lagi di era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini, siapa saja mandiri. Seseorang yang ingin belajar membuat ikan pepes misalnya, tidak perlu harus mencari koki yang akan membelajarkannya untuk membuat ikan pepes. Dengan membeli dan mempelajari buku masak tentang memasak berbagai jenis ikan dan kemudian mempraktekkannya, maka orang yang bersangkutan akan dapat membuat ikan pepes. Artinya, seseorang cukup berinteraksi dengan sumber belajar yang berupa buku. Atau, melalui akses internet dengan memasukkan kata kunci tertentu sesuai dengan yang dibutuhkan ke dalam mesin pencari, maka seseorang akan mendapatkan banyak sumber belajar yang dapat dipelajari http://www.e dukasi.net/artikel/index.php?id=95)
 Dari berbagai jenis pola pemanfaatan sumber yang telah dikemukakan, yang jauh lebih penting adalah pemahaman tentang keterbatasan dan kelebihan baik sumber belajar yang berupa guru, maupun sumber belajar lain di luar guru. Melalui pemahaman yang demikian ini disertai dengan komitmen memberikan yang terbaik kepada peserta didik, maka seorang guru akan membuat Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang terintegrasi di mana fungsi atau peran dirinya tidak lagi terlalu dominan dalam kegiatan pembelajaran tetapi sebagian telah dilimpahkan pada sumber belajar lain di luar dirinya. Jika kegiatan pembelajaran yang diterapkan guru berbasis aneka sumber, maka diharapkan kegiatan pembelajaran pun akan dirasakan peserta didik sebagai kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan belajar akan menjadi kegiatan yang senantiasa dirindukan peserta didik karena menyenangkan (learning is fun).













Sabtu, 13 Oktober 2018

Terjemahan Teknik Audio -Video

TEKNIK AUDIO -VIDEO : versi Tanya jawab
BUKU 3:
Teknik Audio –Visual
1. Televisi yaitu sebagai penghubung informasi dalam komunikasi yang paling menyenangkan karena
televisi memiliki daya tarik bagi pemirsanya dan benar-benar media yang paling terkenal untuk masa
depan.
2. Televisi Pendidikan adalah tayangan yang menampilkan semua hal keefektifan masalah yang
berhubungan dengan pendidikan
3. Pada umumnya para edukator pertelevisian sebagai kekuatan atau penguasa media audio visual
yang potensial sebagai hasil penelitian yang menyediakan informasi sebagai penggunanya.  
4. Pada tanggal 14 April 1952, televisi pendidikan merupakan peraturan yang ditetapkan sebagai
komisi atau satuan komunikasi secara resmi yang ditandai dengan adanya chanel/program 242
kemudian menjadi chanel televisi pendidikan dengan chanel/program 257.
5. Satuan Komisi Komunikasi juga telah menyediakan Intitusi pendidikan dalam dunia pertelevisian selama 4 bulan yang memiliki indikasi atau tujuan sebagai pengembangan televisi pendidikan.
6. Pada saat tanggal 2 juni 1953 televisi pendidikan relatif kecil peminatnya, oleh sebab itulah dengan adanya izin dari komisi pertelevisian diharapkan televisi pendidikan mendapatkan waktu tayang yang    lebih banyak sebagai rencana kosntruktif yang berbeda dengan televisi yang lainnya.
7. Lembaga Komisi diharapkan dapat dioperasikan sebagai penghubung ke sekolah-sekolah yang berminat
dalam dunia pertelevisian dan berbagai chanel dapat digunakan sebagai sistem sejumlah program
televisi dengan secra simultan....contohnya di kota washigton memiliki Proyek televisi pendidikan memiliki 6
Channel didalam pengoperasiannya dan dapat menanyangkan 6 channel tersebut pada waktu yang sama
disaat itu juga.
8. Ketika televisi diputar/ditayangkan sesering mungkin akan semakin banyak pula pemirsanya untuk memiliki chanel/progam pilihan yang dapat ditonton karena televisi merupakan program  yang fleksibel
bagi masyarakat terpencil secara alamiah.
9. Dengan adanya program televisi pada 4 sekolah pertelevisian bertujuan mentransformasikan secara langsung dengan cara mengadakan observasi kelas dan pelatihan-pelatihan pada guru-gurunya.
10. Televisi memiliki frekwensi tingkat tinggi yang dinamakan VHF dan UHF . Televisi VHF memiliki 12 unit chanel  sedangkan UHF 70 chanel. Sejak adanya penayangan televisi pada chanel VHF dan UHF, banyak sekali program televisi bermunculan dengan bertambahnya chanel 257  yang diterima hanya 86 chanel VHF dan channel 171 pada  UHF.
11. Program televisi pendidikan diterima oleh masyarakat sebagai program yang sangat mendidik baik          bagi orang dewasa maupun anak-anak.
12. Tipe-tipe Program Pendidikan adalah a) adanya 3 tipe program pendidikan yang salah satunya yaitu
pemanfaatan televisi sebgai tipe pembelajaran secra langsung. b) tipe program demonstrasi yaitu  jenis program yang sering dilihat didalam chanel televisi pendidikan yang diharapkan sebagai ruang yang beraksi sebagai aktivitas diluar sekolah dengan melibatkan masyarakat untuk menunjukkan komunitas didalam sekolah lokal. c) program pencapaian atau pelaksanaan yaitu program yang sering digunakan oleh sekolah-sekolah di bidang kesenian, musik, sosial, dan sejarah. Materi program yang disediakan berhubungan dengan kursus dasar belajar berakting, program ini dimanfaatkan oleh guru-gurunya sebagai sekolah presenter berita juga untuk acara yang sangat menyenangkan dan merupakan program yang paling banyak peminatnya karena sangat bermanfaat. Akan tetapi program ini pada umumnya menghadapi banyak kesulitan  untuk dikoordinasi dalam membuka kelas oleh para edukator yang memiliki pemikiran secara obyektif saja. d) Program Pengajaran secara langsung yaitu program televisi pendidikan mulai tingkat SD hingga SMA yeng telah terseleksi.
13.  Proyek penelitian yang baik  yaitu memiliki konduksi untuk mengukur  nilai dari pengajaran
pertelevisian dan  dapat membandingkan dengan beberapa metode yang diterapkan didalam
kelasnya. Pada setiap Instansi memilik pelatihan khusus sebagai hasil yang dapat ditampilkan       bahwa siswa yang belajar tentang pertelevisian dilapangan memiliki perbandingan yang jauh lebih       baik dari siswa yang hanya belajar didalam kelas saja. Disamping itu penelitian ini merupakan      
tambahan proyek dimasa yang akan datang nantinya.
14. Stasiun televisi pendidikan pertama kali berada di Houston texas tahun 1953 bulan April .  
Sedangkan di Amerika 1953 telah mengoperasikan berbagai stasiun televisi akan tetapi stasiun      televisi tersebut sudah dkomersilkan sebagai sarana Institut pendidikan pertelevisian. Pada tahun
1953 sd 1960, kurang lebih 256 televisi pendidikan sudah mengudara/tayang. Para edukator tidak
hanya memiliki banyaknya permintaan tetapi juga terus menerus menjadi investasi yang meluas
setiap tahunnya. Untuk Menjadi lebih praktis dan paling banyak  di dunia televisi pendidikan saat ini  
adalah banyaknya para pemirsanya mencari program sekolah pertelevisian atau sekelompok sekolah
bagi orang2 dewasa didunia pertelevisian.  
15. Tipe-tipe dari televisi pendidikan adalah a) Pemutaran televisi yaitu mengenai pemutaran tayangan
telivisi dengan dikirimnya sinyal ke luar area melalui transmisi. 1 hal yang menguntungkan adalah
dapat mencapai sinyal sejauh 45 hingga 70  mil yang tergantung pada jarak lingkungannya juga.

MEDIA PENDIDIKAN
BAB 4
PENGEMBANGAN MEDIA PENDIDIKAN
A. PENYUSUNAN RANCANGAN
1. Pengembangan Media Pendidikan terdiri dari : a)Penyusunan Rancangan; b) Penulisan Naskah; c) Produksi Media; d) Evaluasi Program Media ; e)
2. Dalam Penyusunan Rancangan terdapat 1) pengertian 2) Analisis Kebutuhan dan Karakteristik Siswa 3) Perumusan Tujuan 4)Perumusan 5) Alat Pengukur Keberhasilan
3. Dalam membuat pengembangan media pendidikan yang dapat dilakukan yaitu dengan persiapan dan perencanaan yang telah diteliti. Urutannya antara lain: a) menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa, b) merumuskan tujuan instruksional (instructional objective) dengan operasional dan khas, c) merumuskan butir-butir secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan, d) mengembangkan alat pengukur keberhasilan, d) menulis naskah media, e) mengadakan tes dan revisi.
4. Pada PBM yang dimaksud kebutuhan adalah kesenjangan antara kemampuan, keterampilan dan sikap siswa yang mereka miliki sekarang.
5. Program pembuatan media perlu disesuaikan dengan kebutuhan karena setiap kelompok siswa mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda. Program yang mudah akan membosankan karena tujuan instruksional yang ingin dicapai telah dikuasai siswa sedangkan program yang sulit akan menimbulkan frustasi siswa sebab pengetahuan dan keterampilan tidak dapat diserap sehingga pada diri siswa tidak terjadi perubahan perilaku.  
6. Pengetahuan prasyarat ialah pengetahuan/keterampilan yang harus telah dimiliki siswa sebelum menggunakan media itu.
7. Perumusan tujuan dalam pengembangan media pendidikan yaitu sebagai arah tindakan yang akan kita lakukan atau acuan ketika mengukur salah benarnya suatu tindakan.
8. Ketentuan Rumusan tujuan Instruksional yang baik adalah a) tujuan harus berorientasi pada siswa b) tujuan harus dinyatakan dengan kata kerja yang operasional.
9. Tujuan Instruksional Umum/TIU yaitu tujuan akhir dari sesuatu kegiatan instruksional sedangkan Tujuan Instruksional Khusus/TIK yaitu penjabaran dari tujuan intruksional umum.
10. Empat unsur Tujuan Instruksional khusus ialah a) Audience yaitu peserta penataran produksi b) Bahaviour yaitu dapat mengambil gambar foto  c) Condition yaitu diberikan kamera dan satu rol film d) Degree yaitu gambar yang dihasilkannya mempunyai kompasisi yang baik dan ketajaman yang khusus.
11. Pengembangan Materi pembelajaran adalah mengembangkan bahan intruksional yang mendukung tercapainya tujuan untuk dianalisis.
12. Daftar kemampuan dan keterampilan pada tujuan instruksional merupakan bahan instruksional yang dapat mengorganisasikan urutan penyajiannya secara logis artinya diurutkan sesuai dari yang sederhana ke yang rumitatau dari yang konkret ke yang abstrak.
13. Alat Pengukur keberhasilan siswa yaitu tes, penugasan ataupun daftar cek perilaku. Sedangkan yang diukur atau dievaluasi adalah kemampuan, keterampilan, atau sikap siswa.
14. TIK harus sesuai dan menunjang tercapainya TIU. Materi Instruksional harus sesuai dan mendukung tercapainya TIK. Tes harus mengukur tujuan dan materi instruksional.
15. Arti Tujuan instruksional harus cukup yaitu  semua aspek ada dalam ruang lingkup TIU harus memiliki tujuan khusus. Arti Materi instruksional harus cukup yaitu semua kemapuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai semua TIK harus terjabarkan di dalam materi instruksional. Arti Tes harus cukup yaitu semua kemapuan dan keterampilan yang terangkum dalam TIK dan materi instruksional seyogyanya memiliki alat pengukur.
B. PENULISAN NASKAH
1. Naskah program media yaitu Penulisan naskah dapat disampaikan melalui media yang sesuai atau yang dipilih dan dituangkan dalam tulisan atau gambar.
2. Tujuan dari naskah adalah penuntun ketika memproduksi program media atau sebagai penuntun mengambil gambar dan merekam suara karena naskah berisi urutan gambar dan grafis yang perlu diambil dengan menggunakan kamera.
3. Lembaran naskah dibagi menjadi 2 yaitu 1) kolom sebelah kiri ¼ halaman  (naskah media audio/radio dan kaset) yang ditulis nama pelaku dan jenis suara 2) kolom sebelah kanan berisi narasi dan suara yang direkam.
4. Treatment adalahuraian berbentuk esei yang menggambarkan alur penyajian program.
5. Tujuan dari treatment adalah untuk mempunyai gambaran tentang urutan visual yang akan nampak pada media serta narasi atau percakpan yang akan menyertai gambar tersebut sehingga dapat digunakan sebagai pedoman dalam pengembangan naskah selanjutnya.
6. Media audio adalah sebuah media yang hanya mengandalkan bunyi dan suara untuk menyampaikan informasi dan pesan.
7. Program audio dapat menjadi indah dan menarik karena menimbulkan daya fantasi pada pendengarnya sehingga dapat merangsang pendengar untuk menggunakan daya imajinasinya yang dapat memvisualkan pesan-pesan yang ingin disampaikan.
8. Media audio meliputi yaitu radio, kaset, audio, dan laboratorium bahasa.
9. Beberapa petunjuk menulis naskah program media audio yaitu :a) bahasa b) Musik dalam program audio c) keterbatasan daya konsentrasi d) beberapa istilah yang digunakan dalam naskah. E) Contoh format naskah audio f) Contoh naskah lengkap.
10. Bahasa yang digunakan dalam media audio adalah  bahasa percakapan bukan bahasa tulis. Sedangkan Musik dalam program audio adalah bunyi dan suara karena Fungsi musik yaitu menciptakan suasana.
11. Jenis Musik yang digunakan dalam program audio yaitu  1) Musik tema ialah musik yang menggambarkan watak atau sesuatu program sedangkan Fungsinya sebagai a) musik pengenal studio, b) musik pengenal program, atau c)musik pengenal tokoh dalam suatu cerita bersambung. 2)Musik transisi yaitu musik yang digunakan sebagai penghubung dua adegan. 3) Musik jembatan yaitu musik yang memiliki bentuk khusus dari musik transisi dan fungsinya digunakan menjembatani dua buah adegan bila memiliki suasana yang berbeda dengan suasana terdahulu sedih dan suasana berikutnya bahagia. 4) musik latar belakang yaitu musik  untuk mengiringi pembacaan teks atau percakapan karena musik ini memberikan variasi, tekanan dan menciptakan suasana. 5) Musik smash yaitu musik yang digunakan untuk kejutan atau tekanan karena singkat pada saat yang tepat
12. Musik pengenal studo digunakan setiap kali studio itu mengudara  dan pada saat penutupan acara. Musik pengenal program digunakan pada awal dan pada akhir suatu program serial. Musik pengenal tokoh digunakan setiap kali  pada saat tokoh pelaku tampil.
13. Keterbatasan daya kosnsentrasi pendengaran orang dewasa berkisar 25 sd 45 menit sedangkan untuk anak-anak hanya 15 sd 25 menit.
14. Istilah-istilah yang digunakan dalamm penulisan naskah audio antara lain: Announcer(ANN); Narrator (NAR); Musik; Sound Effect (FX) ; Fade In ; Fade out; Off Mike ;Cross Fade ; Musik In-Up-Down-Out; Musik In-Up-Down-Under; Musik Background/smash/tema/transisi/jembatan.
15. Penulisan Naskah film Bingkai dapat disampaikan melalui dua saluran yaitu audio dan visual.
16. 2 macam naskah dalam film bingkai yaitu shooting script dan story board script.   
17. Perbedaan shooting script dan story board script yaitu
Shooting script visual memiliki judul, Ls Sawah dengan bukit sebagai latar belakang, Mssatu petak sawah dengan padi menghijau, dst
Shooting script audio memiliki musik.
Story board script visual memiliki gambar,  judul, Ls, Ms, dst
Story board script audio memiliki musik.
18. Beberapa petunjuk Penulisan naskah film bingkai yaitu:
1)  Pesan yang akan disampaikan dinyatakan dalam bentuk visual.misalkan gagasan,konsep, peritiwa, dsb dalam bentuk gambar.
2) Bahasa yang digunakan dalam narasi adalah bahasa lisan bukan bahasa tulis.
3) Fungsi musik dalam program film bingkai adalah dipakai pada awal dan akhir program sedangkan musik selingan dipakai ditengah program untuk mengiringi gambar atau grafis yang disajikan tanpa narasi.
4) FX tidak banyak digunakan.
19. Istilah-istilah teknis dalam film bingkai yaitu: Visual, Audio, istilah-istilah lain.
20. Visual close up yaitu Gambar diambil dari jarak dekat, biasanya hanya sebagian kecil dari objeknya saja yang masuk kamera.
21. Extreme Close yaitu gambar lebih dekat dari pengambilan gambar
22. Up (ECU/XCU) yaitu ...
23. Penulisan Naskah secara teoritis merupakan  komponen dari pengembangan media antara lain melalui tahap perencanaan dan desain, pengembangan serta evaluasi.
24. Penulisan naskah film maupun video dimulai dengan identifikasi topik atau gagasan
25. Naskah merupakan persyaratan yang harus ada untuk suatu program yang terkontrol isi dan bentuk sajiannya sedangkan program live diambil begitu saja dan apa adanya
26. Tahap - tahap Penulisan naskah Film da Video yaitu 1) Sinopsis 2) Treatment 3) Storyboard 4)Sikap atau askah program 5) Skenario .
27. Sinopsis ialah memberikan gambaran secara ringkas dan padat tentang tema atau pokok materi yang akan digarap. Tujuannya yaitu mempermudah pemesan menangkap konsepnya, mempertimbangkan kesesuaian gagasandengan tujuan yang ingin dicapainya, menentukan persetujuannya.
28. Treatment ialah memberikan uraian ringkas secara deskriptif (bukan tematis) tentang bagaimana suatu episode cerita atau rangkaian peristiwa instruksional yang akan digarap sebagai ilustrasi.
29. STORYBOARD ialah rangkaian kejadian seperti dilukiskan dalam treatment kemudian divisualkan dalam perangkat gambar atau sketsa sederhana.
30. Skrip/naskah program ialah daftar rangkaian peristiwa yang akan dipaparkan gambar demi gambar dan penuturan demi penuturan menuju tujuan perilaku belajar yang ingin dicapai.
31. Tujuan utama suatu skrip adalah sebagai peta atau bahan pedoman bagi sutradara dalam mengendalikan penggarapan substansi materi kedalam suatu program. Skrip yang baik akan dilengkapi dengan tujuan, sasaran sinopsis, treatment.
32. Skenario ialah petunjuk operasional dalam pelaksanaan produksi atau pembuatan programnya.
33. Skrip berguna untuk bahan pegangan sutradara sedangkan skeario berguna untuk teknisi dan kerabat produksi
34. Perbedaan film dan video adalah 1)dalam skenarionya  antara film dan video akan tampak karena video mempunyai efek visual tertentu yag tidak dimiliki media film 2) pada pendekatanya yaitu perpindahan pendekatan film umumnya besifat cut-to-cut dan pengambilannya meloncat-loncat dengan pengelompokan menurut keadan cuaca , waktu maupun sifatnya (didalam/diluar gedung studio) Sedangkan perpindahan pendekatan video dapat transisional dan bersifat sekuensial.  
35. Petunjuk pengambilan dasar gambar yaitu: 
a) Long shot/LS: pengambilan yang memperlihatkan latar secara keseluruhan dalam segala dimensi dan perbandingannya
 b)Medium shot/MS: pengambilan yang memperlihatkan pokok sasarannnya secara lebih dekat dengan mengesampingkan latar belakang maupun detail yang kurang perlu.
 c) Close-up/CU: pengambilan yang memfokuskan pada subjeknya atau bagian tertentu
36. Petunjuk yang berhubungan dengan kamera yaitu 1) menggerakkan kamera kekanan/pan right  2) menggerakkan kamera ke kiri/pan left  3)menggerakkan ke atas /tilt up  4) menggerakkan kamera ke bawah/ tilt down 5) mengatur pengambilan ke arah CU/zoom in  6) mengatur pengambilan gambar ke arah LS/ zoom out 7) mendorong kamera ke arah subjek ?dolly in/track in  8) menarik kamera menjauhi subjek/dolly out/track out  9) kamera memngikuti ke mana perginya subjek /camera follow
37. Petunjuk produksi program video yang berhubungan dengan penggunaan efek visual yaitu: 1) pengambilan oleh kamera tertentu mulai masuk perlahan-lahan/flade in  2) pengambilan oleh kamera tertentu mulai memudar secara perlahan/flade out 3) penampilan sesuatu( biasanya title atau caption ke atas pengambilan yang ada)/ superatau superimpose 4)pembauran secara perlahan menggantikan yang sebelumnya/dissolve 5) mengganti pengambilan sebelumnya dengan efek penghapusan/wipe.
C. PRODUKSI MEDIA
   1. Produksi media adalah naskah yang berguna untuk dijadikan penuntun dalam produksi.
2. Naskah adalah rancangan produksi
3. Kegiatan Produksi yaitu tujan naskah  untuk memandu dalam mengambil gambar, merekam suara, memadukan gambar dan suara agar alur penyajiannya sesuai dengan naskah, menarik dan mudah diterima oleh sasaran.
4.Tiga kelompok personil dalam Kegiatan produksi yaitu sutradara/pemimpin produksi, kerabat kerja, pemain yang memiliki satu tujuan yaitu menghasilkan program media dengan mutu teknis yang baik
5. Program produksi memiliki tingkat kerumitan yang berbeda antara media yang satu dengan yang lain.
6. Produksi audio dapat dilakukan oleh sutradara dengan dibantu dua orang teknisi dan beberapa orang pemain.
7. Produksi audio terdiri dari a) studio produksi b) pembagian tugas dalam produksi c) pelaksanaan produksi.
8. Studio rekaman yaitu  program audio yang direkam didalam suatu studio produksi. Studio memiliki 2 ruangan yaitu ruang kontrol dan studionya.
9. Ruag kontrol terdiri dari : alat rekama audio, alat pemutar audio, alat pemadu suara, dan tombol pengatur suara, serta alat penyunting suara.
10. Ruang studio terdiri dari mikropon, tempat duduk pemain, alat musik, perlengkapan untuk membuat FX dan pengeras suara.
11. Interkom ialah alat untuk menghubungkan orang mudah berkomunikasi didalam studio.
12. Sutradara adalah pemimpin produksi yang bertanggung jawab baik buruknya hasil produksi
13. Tugas sutradara yaitu 1) mempunyai interprestasi yang baik terhadap setiap adegan dari naskahnya, 2) dapat menghayati benar perwatakan yang dibawa masing-masing pelaku dalam naskah. 3) mengatur untuk memperbanyak naskah yang akan diproduksi. 4) Dapat memilih pemain yang akan membawakan naskah sesuai perwatakan tiap pelakunya. 5) Cakap/pandai memesan studio rekaman sesuai dengan prosedur yang berlaku. 6) memilih musik dan mencari sound effect yang sesuai dengan suasana yang akan diciptakan.
13. Tugas kerabat kerja ialah 1) melayani pengaturan tombol rekaman serta mengatur jalannya pita rekaman pada alat perekam 2) bertanggung jawab membuat saluran yang menghubungkan mikropon dengan mesin perekam 3)menyiapkan sound effect yang akan digunakan dalam rekaman. 4) memasang jarum tepat pada tract musik atau FX
14. Pemain yaitu orang –orang yang ditunjuk untuk membacakan naskah.
15. Tugas Pemain yaitu 1) menghayati benar peran yang akan dibawakannya 2) melatih diri membaca naskah 3) mengikuti petunjuk sutradara dalam membawakan perannya 4) datang tepat waktu 5) tidak menyia-nyiakan waktu yang menyebabkan terbuangnya waktu penggunaan studio dengan sia-sia.
16. Pelaksanaan produksi ialah waktu rekaman yang telah ditentukan.
17. Hal-hal yang perlu dilakukan sutradara dalam melakukan perbaikan antara lain : 1) bagian yang salah dihapus dan adegan yang salah diulang kembalai 2) adegan yang salah diulang kembali tanpa menghapus kesalahannya.
18.Produksi Film Bingkai terdiri dari: 1)Jenisnya 2)Alat yang diperlukan 3)Kerabat kerja 4) pelaksanaan produksi 5)Editing film bingkai 6) Memberi bingkai film  7) Merekam Narasi
19. Produksi film Bingkai sesuai jenisnya  ialah a) Produksi visual yaitu bagian visual yang meliputi gambar-gambar grafis dan caption serta gambar yang diambil dari benda sesungguhnya atau modelnya diproduksi semuanya. b) Produksi audio yaitu narasi dan musik serta sound effect.
20. Alat produksi bagian visual yaitu 1) kamera   film yang digunakan 3) tiang penyangga(copy sound0  untuk mengkopi 4) Alat Perekam Audio (alat untuk merekam narasi dan bunyi-bunyi yang lain).  
21. Meja editing yaitu sebuah meja yang bagian atasnya dibuat dari plastik buram. Fungsinya untuk meletakkan potongan film supaya tidak jatuh dan pada saat lampu dinyalakan gambar yang ada diatas meja tersebut terlihat dengan jelas ketika dibandingkan baik buruknya gambar film tersebut.
22. Fungsi bingkai film adalah untuk memastikan film yang telah dipasang tidak dapat bergeser –geser lagi. Sedangkan merekam narasi adalah program film bingkai yang harus sesuai dengan visualnya.
D. EVALUASI PROGRAM MEDIA
1. Dua macam evaluasi yaitu formatif dan sumatif.
2. Evaluasi formatif adalah proses yang dimaksudkan untuk mengumpulkan data tentang efektivitas dan efesiensi bahan-bahan pembelajaran (termasuk ke dalamnya media). Tujuannya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
3. Evaluasi Sumatif adalah  untuk menentukan apakah media benar-benar efektif seperti yang dilaporkan.
4. Tiga tahap evaluasi formatif yaitu  satu lawan satu( one to one); evaluasi kelompok kecil (small group evaluation); evaluasi lapangan (field evaluation).