Kamis, 18 Oktober 2018

Proses Pembelajaran

TUGAS  DARI                       
 DR. SOEGITO.TENTANG PROSES PEMBELAJARAN .
 DI TULIS OLEH  HINDRI ( UNIPA)

1. Pengaruh Globalisasi informasi sangat kuat terhadap proses pembelajaran, jelaskan dan uraikan penyataan tersebut! 1/2 halaman
2. Ada 3 orientasi Pembelajaran dimasa depan. Sebutkan dan jelaskan masing-masing!
3. Bagaiman Peran PSB dalam 4 pola pembelajaran berdasarkan waktu dan tempat!
4. Sebutkan dan jelaskan secara rinci peran PSB pada masing-masing pola pembelajaran tersebut.


1. Dalam proses globalisasi tidak terlepas dari suatu perubahan, yaitu perubahan yang terjadi dalam berbagai aspek  pada dunia pendidikan,   
sedangkan proses globalisasi merupakan suatu rangkaian proses yang mengintegrasikan pembelajaran  secara global didalam suatu ruang dan
 waktu Sehingga terciptanya suatu jaringan yang semakin terintegrasi. Menurut Giddens bahwa globalisasi dengan pendidikan terletak didalam
 lahirnya suatu masyarakat baru yaitu “knowledge-based society yang didasarkan kepada ilmu pengetahuan bahkan akan terus-menerus
berubah dan merupakan subyek untuk revisi. Hal ini memerlukan apa yang disebutnya sikap refleksi dari manusia yaitu kemampuan untuk
merenungkan mengenai kehidupannya berdasarkan rasio sebagai proses pembelajaran. Dengan  lahirnya globalisasi, yang kemudian disusul
dengan penetrasi teknologi yang sangat canggih, menjembatani proses transmisi serta pengembangan Ilmu pengetahuan sebagai proses
pembelajaran maka dari sinilah berimbas pada Perkembangan dunia pendidikan di Indonesia yang tidak dapat dilepaskan dari pengaruh
perkembangan arus globalisasi,dimana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat. Oleh sebab itulah untuk menghadapi era pasar
bebas yang membuka banyak peluang lembaga pendidikan dan tenaga pendidik dari manca negara masuk ke Indonesia maka kebijakan
pendidikan nasional harus dapat meningkatkan mutu pendidikan sebagai proses pembelajaran baik akademik maupun non akademik serta
memperbaiki manajemen pendidikan agar lebih produktif dan efesien serta memberikan akses seluas-luasnya sebagai wujud proses
pembelajaran yang berhasil bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Semakin berkembangnya arus globalisasi maka
semakin  mengakibatkan adanya kompetisi didalam dunia pendidikan karena  teknologi dan informasi, oleh sebab itulah pendidikan di
Indonesia harus meningkatkan kualitas pendidikan setingkat dengan kualitas pendidikan Internasional; namun Pembaharuan pendidikan
tidak berlangsung tiba-tiba melainkan memerlukan proses pembelajaran yang lebih mendorong masyarakat  khususnya generasi muda untuk
membamgun knowledge society, yaitu masyarakat yang berbasis IPTEK karena pendidikan yang berpacu pada teknologi dan informasi
merupakan sarana proses pembelajaran yang merupakan investasi  yang utama yang keutamaannya melebihi bidang lainnya. Proses
Pembelajaran berawal dari dalam dunia pendidikan karena globalisasi pendidikan dilakukan untuk menjawab kebutuhan pasar dan tenaga kerja
berkualitas yang semakin ketat. Dengan gobalisasi pendidikan diharapkan tenaga kerja Indonesia dapat bersaing dipasar dunia sehingga mau
tidak mau dunia pendidikan di Indonesia harusmenghasilkan ;lulusan yang siap kerja agar tidak menjadi budak di negeri sendiri. Pendidikan
model ini  juga dapat membuat peserta didik memperoleh letreampilan teknis yang komplit dan detil mulai dari bahasa asing, computer,
 internek, IPTEK.   

2. Menurut nurmi 1989 oreintasi masa depan yaitu gambaran yang dimiliki individu tentang dirinya dalam konteks masa depan yang meliputi
    3 aspek yaitu motivasi, perencanaan, dan evaluasi.
     * motivasi yaitu menunjukkan minat-minat individu tentang masa depan,.
    *Perencanaan yaitu suatu proses perencanaan dengan pembentukan sub-sub tujuan, mengkosntruksi perencanaan dan merealisasikan
rencana tersebut.
*Evaluasi yaitu individu mengevaluasikan mengenai kemungkinan-kemun gkinanrealisasi dari tujuandan rencana yang telah disusun.
Serdangkan faktor-faktor yang mempengaruhi Orientasi masa depan tersebut yaitu faktor
individu (person related factor) dan faktor konteks sosial (social context-rel;ated factor)
1. Faktor individu yaitu beberapa faktor yang berasal dari dalam individu yaitu
A. Konsep diri : konsep diri ini yang dapat mempengaruhi penetapan tujuan. Salah satu bentuk dari konsep diriyang dapat mempengaruhi
orientasi masa depan adalah diri ideal.
                      B. Perkembangan Kognitif  yaitu kematangan kognitif yang sangat erat kaitannya dengan kemampuan intelektual menjadi salah satu
faktor  individu yang mempengaruhi orientasi masa depan.
                2. Faktor kontekstual antar lain yaitu:
                   * jenis kelamin
                   * status sosial ekonomi
                  * usia
                  * teman sebaya
                 * hungan de4ngan ortu
                Berdasarkan pengertian diatas maka orientasi pembelajaran di masa depan tidak lepas juga  dari  Peran seorang Guru dan Dosen sebagai
metode pendekatan didalam meningkatkan kualitas kompetensi peserta didik /Mahasiswadalam mengajar karena perannya guru dan Dosen
disini adalah harus membangkitkan potensi, memotivasi, memberikan suntikan dan menggerakkan peserta didik dan Mahasiswa melalui pola
pembelajaran yang kreatif dan kontekstual(menggunakan teknologi dan informasi yang memadai) sehingga pola kualitas lulusannya yang
bersaing dalam arus perkembangan zaman. Sehingga 3 orientasi poembelajaran di masa depan dapat melalui
1. Pembelajaran yang berorientasi pada siswa(oriented student approach  yaitu pendekatan pembelajaran yang memandang peserta didik
sebagai objek sekaligus subjek yang belajar.Kepentingan pembelajaran bertumpu pada proses belajar siswa. Peranan guru dalam
pembelajaran lebih terfokus kepada pembimbing belajar, motivasi dan fasilitator pembelajaran.
               2. Pembelajaran yang berorientasi pada guru ( teacher oreinted approach) yaitu pendekatan pembelajaran yang menekankan pada bagaimana
Proses guru dalam mengajar. Yang menjadi titik acuan bagi guru adalah ketercapaain target kurikulum. Sehingga Pemikiran guru dalam
pembelajaran adalah bagaimana   manyajikan informasi belajar kepada siswa. Bagaimana siswa menguasai materi pelajaran dengan baik
melalui tindakan  guru di ruang kelas. Dalam hal ini guru memegang peranan penting sebagai pemberi informasi yang harus dikuasai oleh
Siswa
             3. Pembelajaran yang berorientasi pada lingkungan ( environment oriented approach) penedakatan pembelajaran yang berorientasi pada
aktivitas peserta didik secara optimal untuk memperoleh hasil belajar berupa perpaduan anatara aspek kognitif, afaktif dan psikomotor
secara seimbang yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agar lebih bermakna dan bermutu sehingga peserta didik tidak
hanya dituntut untuk menguasai sejumlah informasi tetapi juga bagaimana memanfaatkan informasi itu untuk kehidupannya.

3. Peran PSB dalam 4 pola pembelajaran berdasarkan waktu dan tempat yaitu : berdasrkan a) peranan sumber belajar dalam pembelajaran
Individual; b) Peranan Sumber belajar dalam Klasikal c) peranan sumber belajar dalam kelompok sehingga hal ini dapat
              1. Meningkatkan produktifitas pembelajaran dengan jalan mempercepat laju belajar dan membantu untuk menggunakan waktu secara lebih
baik,, mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi sehingga dapat lebih banyak dan mengembangkan gairah.
              2. Memberikan kemun gkinan pembelajaran yang bersifat individual, dengan cara mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional,
memberi kesempatan  kepada siswa untuk berkembang sesuai kemampuannya.
             3. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara perancangan program pembelajaran yang lebih sistematis,
pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian
            4. Lebih memantapkan belajar secara seketika yaitu mengurangi kesenjangan anatara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan
realitas yang konkrit, memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung.
              5. Memungkinkan pembelajaran yang lebih luas, dengan menyajikan informasi yang mampu menebus batas geografis.
              Menurut Arief S.Sadiman dkk 2006:83-84 jenis media pembelajaran yang ditinau dari bentuknya diantaranya
             1.Media visual: grafik,diagram, chart, bagan, poster, karyun komik
             2. Media Auditif : radio, tape recorder,laboratorium bahasa, dan sejenisnya
            3. rojected still media : slide, over head projector (OHP), in focus dan sejenisnya
            4. Projected motion media: film, televisi, video(VCD, DVD, VTR) , komputerdan sejenisnya.
                  Berdasarkan jenis media pembelajaran diatas maka dapat disimpulkan bahwa perasn PSB yaitu
          1. Memperjalas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis  ( dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka)
         2. Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu dan daya indera
         3. Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bevariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik.
         4. Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi
pendidikan ditentukan sama untuk setiap peserta didik, maka guru akan banyak mengalami kesulitan bilamana itu harus diatasi sendiri.  

4. Sumber belajar merupakan segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan proses belajar mengajar.Bila diperhatikan secara cermat, dari batasan-batasan yang telah diberikan para ahli dapat disimpulkan bahwa sumber belajar itu pada prinsipnya adalah segala sesuatu yang dapat membantu, memperlancar proses belajar mengajar dan mempermudah tercapainya keberhasilan belajar.
  Dengan demikian,Sesuai dengan perannya PSB masing-masing pola pembelajaran itu antara lain:
pola peran/pemanfaatan sumber belajar yang dikembangkan pada tahap pertama adalah interaksi langsung antara peserta didik dengan sumber belajar yang berupa guru atau seseorang yang memang mempunyai pengetahuan lebih untuk disampaikan kepada peserta didik. Dalam hal ini, guru merupakan satu-satunya sumber belajar bagi peserta didiknya. Bahkan pada zaman dahulu dikenal adanya kaum Sufi yang profesi atau pekerjaannya adalah sebagai "penjaja ilmu pengetahuan". Contoh lain dari pola pembelajaran secara langsung antara guru (pendekar silat) sebagai sumber belajar dengan peserta didik (mereka yang ingin belajar silat) yang pada umumnya banyak dijumpai di negeri Cina (Shaolin).
Pola pemanfaatan sumber belajar yang kedua adalah masih juga tetap menggunakan guru tetapi fungsinya hanya sebagai sumber belajar utama (bukan lagi satu-satunya sumber belajar) karena dibantu oleh sumber belajar lainnya. Dalam kaitan ini, sumber belajar lainnya yang digunakan guru untuk menyajikan materi pelajaran dapat saja berupa media, baik yang berupa alat/fasilitas, media cetak (misalnya buku, modul atau handouts), media kaset audio, media audiovisual.
Pada pola pemanfaatan sumber belajar tahap kedua ini, sumber belajar guru merupakan pihak yang sangat menentukan (sangat dominan) apakah dirinya akan memanfaatkan media atau tidak dalam membelajarkan peserta didiknya. Artinya, pemanfaatan media sebagai sumber belajar lain di luar guru sangat tergantung pada sikap dan komitmen guru. Media diperlakukan guru sebagai alat bantu mengajar (teaching aids). Yang namanya alat bantu mengajar, tentu bisa digunakan dan bisa juga tidak digunakan. Manakala guru sebagai sumber belajar utama sudah "media minded", maka pemanfaatan media akan dilakukan secara terencana.
Pola pemanfaatan sumber belajar yang ketiga adalah bahwa guru dan media sebagai sumber belajar lainnya berbagi fungsi atau peran secara seimbang. Artinya, guru mempunyai fungsi/peran tertentu yang kurang lebih sama bobotnya dan fungsi/peran media sebagai sumber belajar lainnya. Ada pembagian tugas yang jelas antara guru dan media dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. Peserta didik belajar mengenai aspek-aspek tertentu dari materi pelajar melalui sumber belajar guru dan aspek-aspek tertentu lainnya dari sumber belajar yang berupa media.
Pola peran/pemanfaatan sumber belajar yang keempat adalah bahwa peran guru sudah lebih banyak dilimpahkan kepada media sebagai sumber belajar lain. Media sebagai sumber belajar lain mendapatkan peran yang lebih besar (lebih dominan) dibandingkan dengan peran yang dimainkan guru. Sekalipun demikian peran guru sebagai sumber belajar masih tetap dibutuhkan peserta didik tetapi hanya sebagai fasilitator, motivator dan pemberian tutorial dalam kegiatan pembelajaran. Namun demikian tidaklah berarti bahwa peran guru yang lebih kecil itu membuat guru menjadi "kurang berarti" dalam kegiatan pembelajaran. Bahkan peran guru menjadi lebih fokus pada pemberian bimbingan belajar secara individual kepada peserta didik terutama yang mengalami kesulitan. 
Pola peran/pemanfaatan sumber belajar yang kelima adalah bahwa peserta didik yang sepenuhnya langsung berinteraksi dengan sumber belajar yang berupa media. Dalam kaitan ini, ada istilah yang mengatakan bahwa seseorang berhasil mempelajari suatu pengetahuan atau keterampilan tanpa mengikuti kursus atau les. Orang yang demikian ini disebut belajar secara otodidak. Terlebih lagi di era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini, siapa saja mandiri. Seseorang yang ingin belajar membuat ikan pepes misalnya, tidak perlu harus mencari koki yang akan membelajarkannya untuk membuat ikan pepes. Dengan membeli dan mempelajari buku masak tentang memasak berbagai jenis ikan dan kemudian mempraktekkannya, maka orang yang bersangkutan akan dapat membuat ikan pepes. Artinya, seseorang cukup berinteraksi dengan sumber belajar yang berupa buku. Atau, melalui akses internet dengan memasukkan kata kunci tertentu sesuai dengan yang dibutuhkan ke dalam mesin pencari, maka seseorang akan mendapatkan banyak sumber belajar yang dapat dipelajari http://www.e dukasi.net/artikel/index.php?id=95)
 Dari berbagai jenis pola pemanfaatan sumber yang telah dikemukakan, yang jauh lebih penting adalah pemahaman tentang keterbatasan dan kelebihan baik sumber belajar yang berupa guru, maupun sumber belajar lain di luar guru. Melalui pemahaman yang demikian ini disertai dengan komitmen memberikan yang terbaik kepada peserta didik, maka seorang guru akan membuat Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang terintegrasi di mana fungsi atau peran dirinya tidak lagi terlalu dominan dalam kegiatan pembelajaran tetapi sebagian telah dilimpahkan pada sumber belajar lain di luar dirinya. Jika kegiatan pembelajaran yang diterapkan guru berbasis aneka sumber, maka diharapkan kegiatan pembelajaran pun akan dirasakan peserta didik sebagai kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan belajar akan menjadi kegiatan yang senantiasa dirindukan peserta didik karena menyenangkan (learning is fun).













Tidak ada komentar:

Posting Komentar